Aktualita.co.id – Negara Republik Indonesia memiliki peringkat tertinggi kedua di dunia terkait kasus Tubercolosis (TBC) setelah India. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi mengatakan Di Indonesia estimasinya ada 1 juta orang yang kena TBC.
“Waktu saya mulai jadi Menteri Kesehatan 500 ribu Yang terkena TBC, yang lainnya gak ketahuan. Sekarang ketahuan 840 ribu,” kata Budi Gunadi dalam sambutannya saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka penguatan gerakan bersama desa siaga Tuberkulosis, di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (11/06/25).
Sementara di Negara Indonesia, salahsatu yang memiliki peringkat tertinggi ialah Provinsi Jawa Barat. Dengan ini, Budi meminta kepada teman – teman kesehatan untuk mencari orang yang terkena TBC dan lakukan pengobatan.
“Saya minta targetnya temen-temen kesehatan dari 1.090.000 ketemu 1.000.000. Karena kalau gak Bapak-Ibu, nah kita gak tahu nih. Yang duduk di sebelah Bapak-Ibu, TBC apa enggak? Kalau TBC, nular ke Ibu tuh,” jelasnya.
“Jadi tugasnya kita sama-sama, nomor satu harus menemukan orang yang kena TBC. Biasanya apa? Biasanya itu batuk-batuk, minum terus nggak berhenti. Terus berat badannya turun, kurus,” paparnya.
Ia menegaskan, penyakit TBC ini penyakit yang menular maka itu harus kita temui dan kita obati, karena saat ini TBC sudah ada obatnya yang ampuh.
“Jadi harus kita tangani dengan serius. Nah, untungnya penyakit TBC ini sudah ada obatnya. Dan obatnya itu efektif. Kalau diminum, dia langsung menghentikan penularan. Dan kalau diminumnya sampai selesai, dia menyembuhkan. Cuma masalahnya selesainya itu 6 bulan,” tuturnya.
Budi menyebut, Ini adalah salah satu program TBC dari bapak Presiden Prabowo. Melihat kematian TBC ini, ada 134.000 yang tercatat. “Bayangin, kalau ini yang tercatat 134.000, kira-kira harusnya antara 250.000 sampai 300.000 yang meninggal setiap tahunnya. Yang meninggal setiap tahunnya. Jadi, kira-kira satu setengah menit, satu orang meninggal dunia. Maka itu mari kita sama sama jika ada tetangga keluarga yang terkena TBC segera laporkan dan obati,” tegasnya.
Sementata itu, menanggapi Jawa Barat memiliki tingkat tertinggi TBC Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi mengatakan, penyakit TBC itu semakin banyak di temukan semakin bagus karena pencegahannya adalah dengan memutuskan rantai penularan yaitu menemukan pasien TBC sebanyak banyaknya.
“Jika ketemu pasien TBC sebanyak banyaknya maka penularan itu akan lebih cepat menurun,” ujar dr. Vini.
Ia mengungkapkan, Provinsi Jawa Barat ditargetkan menemukan sebanyak 234 ribu orang yang terkena TBC, itu harus di temukan oleh teman – teman di Kabuapten/Kota yang berada di Provinsi Jawa Barat.
“Tadi juga di sampaikan untuk penyakit TBC kalo belum parah belum mau berobat, maka itu untuk seluruh masyarakat Jawa Barat Yang memiliki keluhan berat nadannya turun, batuk lebih dari dua minggu, panas badan tidak sembuh – sembuh, cepat periksakan,”
“Karena TBC itu obatnya gratis, bisa di sembuhkan. Justru yang bahaya kalau tidak diobati atau minum obatnya setengah setengah itu akan menjadi TBC retensi obat, yang harusnya cukup minum obat selama enam bulan jadi harus lebih,” pungkasnya.









