AKTUALITA.CO.ID – Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi lokasi pelaksanaan program Community Development WCU 2026 yang digelar oleh Universitas Indonesia pada 18–22 Mei 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Tresna Priyana Soemardi bersama tim pengabdian masyarakat dengan dukungan penuh dari Kepala Desa Limusnunggal, Galih Rakasiwi.
Program tersebut menghadirkan berbagai agenda pemberdayaan masyarakat, mulai dari audiensi, Focus Group Discussion (FGD), hingga pelatihan berbasis teknologi tepat guna yang melibatkan unsur pemuda desa, pelaku UMKM, BUMDes, serta masyarakat umum.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pelatihan pembuatan kaki palsu berbahan komposit yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penguasaan teknologi manufaktur sederhana berbasis kebutuhan desa.
Dalam pelatihan tersebut, hadir tim ahli komposit dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang dipimpin oleh Herry Purnomo sebagai pemateri utama. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pengenalan material komposit, proses produksi, hingga peluang pengembangan produk teknologi maju yang dapat diterapkan pada skala UMKM desa.
Menurut Tresna, pemberdayaan pemuda desa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat berbasis inovasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi dan lembaga riset diharapkan mampu memperkuat transfer teknologi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru di tingkat desa.
“Pemberdayaan pemuda desa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat berbasis inovasi. Kehadiran perguruan tinggi dan lembaga riset diharapkan mampu memperkuat transfer teknologi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru di tingkat desa,” ujar Tresna Priyana Soemardi, Rabu (20/05/26).
Sementara itu, Kepala Desa Limusnunggal, Galih Rakasiwi, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara kampus, lembaga riset, dan pemerintah desa tersebut. Ia menilai program ini mampu menjadi solusi atas kebutuhan teknologi maju di lingkungan UMKM desa, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan kaki prostetik dengan teknologi yang lebih terjangkau.
“Program ini mampu menjadi solusi atas kebutuhan teknologi maju di lingkungan UMKM desa, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan kaki prostetik dengan teknologi yang lebih terjangkau.” kata Galih Rakasiwi.
Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah desa, lembaga riset, pelaku usaha, dan masyarakat, program Community Development WCU UI 2026 diharapkan dapat menciptakan inovasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
(Deni Supriadi)








