AKTUALITA.CO.ID – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tujuh setu yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Putri dinormalisasi secara bersamaan. Langkah ini disebut sebagai penanganan paling signifikan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan padat penduduk.
Camat Gunung Putri Kurnia Indra mengungkapkan bahwa normalisasi setu ini menjadi penting bagi masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah mendorong dan melaksanakan program ini.
“Ini sejarah, tujuh setu dinormalisasikan serentak. Kami dari pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bogor, Pemprov Jabar, dan BBWS yang telah menjalankan normalisasi ini,” ujarnya Camat Kurnia Indra kepada Aktualita.co.id, di Kantor Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Rabu (10/12/25).
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dan seringnya hujan deras menjadikan fungsi setu sebagai tampungan air semakin vital. Dengan dinormalisasi, kata Kurnia, kapasitas tampung setu meningkat sehingga potensi banjir di wilayah Gunung Putri dapat ditekan.
“Normalisasi ini sangat penting. Jika setu mampu menampung air lebih banyak, maka banjir bisa diantisipasi. Kami berharap setelah normalisasi ini tidak ada lagi banjir, sehingga masyarakat bisa hidup aman dan nyaman,” tuturnya.
Selain untuk mitigasi bencana, lanjut Kurnia, beberapa setu juga tengah ditata menjadi ruang publik yang lebih bermanfaat bagi warga. Sejumlah titik bahkan dibangun jogging track yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
“Ada beberapa setu yang dibangun jogging track, seperti Setu Tlajung Udik salahsatunya. Ini bisa menjadi ruang olahraga masyarakat, sekaligus mendorong perkembangan UMKM di sekitarnya jika pengunjung semakin ramai,” jelas Kurnia.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri turut menyampaikan rasa syukurnya. Ia berharap upaya ini dapat membawa dampak nyata bagi warga yang sebelumnya kerap terdampak banjir.
“Kami bersyukur pemerintah melakukan normalisasi. Semoga saudara-saudara kami yang dulu sering jadi korban banjir tidak mengalaminya lagi,” ucapnya.
“Program normalisasi setu ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan banjir, sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas lingkungan serta ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
(Retza)









