AKTUALITA.CO.ID – Rencana pemekaran wilayah Bogor Timur kembali menguat dan kini memasuki tahap pembahasan lebih lanjut di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Plt Camat Sukamakmur, Gogo Badarudin mengungkapkan bahwa Kecamatan Sukamakmur telah ditetapkan sebagai calon pengganti Jonggol untuk menjadi pusat pemerintahan atau ibu kota Bogor Timur.
Menurut Gogo, penetapan Sukamakmur sebagai pusat ibu kota Bogor Timur dinilai lebih siap dari sisi ketersediaan lahan dan potensi pengembangan wilayah. Lokasi ibu kota rencananya akan berada di Desa Sukaresmi.
“Area yang tersedia di Sukamakmur ini dianggap lebih mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pusat pemerintahan Bogor Timur. Lokasinya sudah ditetapkan di Desa Sukaresmi,” ujar Gogo, kepada Aktualita.co.id, Rabu (05/11/25).
Ia menjelaskan, terdapat hibah lahan seluas 63 hektare dari pihak pengembang Bukit Jonggol Asri (BJA) yang dipersiapkan untuk lokasi pusat pemerintahan tersebut. Namun, Pemkab Bogor tetap perlu memastikan kesiapan administrasi dan pembangunan fisik wilayahnya.
“Karena ini hibah dari pengusaha seluas 63 hektare, tentu Pemda harus menyiapkan segala kebutuhan terkait pengelolaan lahan serta persiapan tata pemerintahan nantinya,” katanya.
Plt Camat Gogo menegaskan bahwa seluruh kecamatan yang tergabung dalam wacana pemekaran Bogor Timur menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan Sukamakmur sebagai ibu kota. Bahkan, para kepala desa se-Bogor Timur telah membuat surat kesepakatan mengenai lokasi pusat pemerintahan tersebut.
“Ini sudah dimusyawarahkan. Para kepala desa sudah menyepakati titik lokasinya di Sukaresmi,” tuturnya.
Salah satu persiapan utama adalah pembangunan akses menuju Sukaresmi. Pemkab Bogor disebut telah memulai peningkatan infrastruktur jalan penghubung dari Jonggol menuju Sukamakmur.
“Bupati Bogor sudah memulai pembangunan akses mulai dari Desa Sirnagalih, Bendungan, Balekambang hingga Sukaresmi. Betonisasi sepanjang 500 meter sudah selesai. Tahun ini juga sedang dikerjakan jalan irigasi PJT Jatinunggal sepanjang 996 meter,” jelasnya.
Pembangunan akses ini akan dilanjut pada 2026 dan diproyeksikan terintegrasi penuh untuk mendukung mobilitas menuju calon ibu kota Bogor Timur.
Gogo berharap pemekaran Bogor Timur dapat meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, hingga menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya pemekaran ini, kami berharap masyarakat Bogor Timur meningkat kemampuan, perekonomian, dan kualitas sumber daya manusianya. Infrastruktur yang terbangun nanti tentu akan mendukung kemajuan tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, posisi Sukamakmur yang berbatasan langsung dengan Cianjur serta dekat dengan Jonggol membuat aksesibilitas wilayah calon ibu kota menjadi strategis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor dan pemangku kebijakan lainnya yang telah memberikan gagasan serta dukungan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan membawa kemajuan bagi masyarakat Bogor Timur,” tutupnya. (Rz)









