AKTUALITA.CO.ID – Kenaikan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor yang melonjak hingga 0,33 poin menjadi 8,75 tahun pada 2025 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor/Jawa Barat, yang menilai capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi sekolah-sekolah swasta.
Ketua BMPS Kabupaten Bogor/Jawa Barat R. Agus Sriyanta mengatakan bahwa peningkatan signifikan ini menjadi bukti nyata peran penting lembaga pendidikan swasta dalam mendongkrak kualitas pendidikan daerah.
“Alhamdulillah, angka RLS naik signifikan tahun ini. Artinya kontribusi kita sudah terasa, dan kenaikan itu juga berasal daei peran sekolah swasta,” ujarnya, Rabu (26/11/25).
Agus menjelaskan bahwa angka RLS 8,72 tahun setara dengan tingkat pendidikan kelas 2 SMP. Ia menegaskan kontribusi sekolah swasta sangat dominan, terutama karena mayoritas SMA/SMK di Kabupaten Bogor merupakan sekolah swasta.
Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat peningkatan RLS terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, selama periode sebelumnya, kenaikan RLS berlangsung sangat lambat, hanya sekitar 0,02-0,03 poin per tahun.
Berikut perkembangan angka RLS Kabupaten Bogor, pada tahun 2022: 8,34, tahun 2023: 8,37, tahun 2024: 8,39, tahun 2025: 8,72 (naik 0,33 poin).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyebut kenaikan tahun ini sebagai capaian luar biasa.
“Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil meningkatkan angka rata-rata lama sekolah cukup signifikan dari 8,39 di tahun 2024 menjadi 8,72. Biasanya kenaikan hanya 0,02 atau 0,03, tapi kali ini melesat 0,33 poin,” jelasnya.
Menurut Rusliandy, peningkatan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak, termasuk kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam mendorong akses pendidikan masyarakat.
Meski memperoleh capaian signifikan, Disdik Kabupaten Bogor menargetkan angka RLS dapat terus naik hingga menyamai rata-rata Provinsi Jawa Barat dan tingkat nasional.
Rusliandy menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong masyarakat usia 25 tahun ke atas maupun yang berhenti sekolah agar kembali mengenyam pendidikan melalui kejar paket A, B, dan C.
“Kita mengajak masyarakat usia sekolah untuk kembali ke bangku pendidikan. Bila terkendala karena sudah menikah atau faktor ekonomi, kita arahkan ke PKBM. Dengan cara ini, angka RLS bisa terus naik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan program-program peningkatan pendidikan agar Kabupaten Bogor dapat bersaing dengan daerah lain.
“Pastinya kita akan terus mengoptimalkan angka RLS ini agar mencapai level Jawa Barat dan Nasional,” tegasnya.









