AKTUALITA.CO.ID – Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Fariza tetap dilaksanakan meski menuai penolakan dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP).
Pelantikan tersebut akhirnya digelar di luar gedung, tepatnya di sisi kolam renang PAVO Resort and Sport Center, Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (12/12/25) malam.
Awalnya, pelantikan dijadwalkan berlangsung di dalam gedung PAVO Resort. Namun, situasi yang dinilai tidak kondusif membuat agenda tersebut dipindahkan ke area terbuka. Sejumlah OKP dari berbagai elemen diketahui menyatakan penolakan keras terhadap pelantikan tersebut.
Menurut Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor versi Fariza menjelaskan bahwa pelantikan di luar gedung dilakukan karena adanya kondisi mendesak.
“Seharusnya kita melaksanakan pelantikan di dalam gedung. Tapi karena kondisi dan keadaan yang mendesak, akhirnya kita tidak bisa melanjutkan di gedung PAVO,” ujar Fariza kepada aktualita.co.id.
Ia menegaskan, pelantikan tetap dilakukan di area PAVO dengan alasan adanya intervensi. “Kami dan DPD KNPI Jawa Barat melakukan pelantikan di wilayah area PAVO dekat kolam renang, dikarenakan adanya intervensi-intervensi dari salah satu pihak yang tidak berwajib,” katanya.
Fariza menilai, pelantikan tersebut sah secara organisasi dan hukum. Menurutnya, pembacaan Surat Keputusan (SK) telah dilakukan secara lengkap. “Pelantikan ini hanya bersifat seremoni karena kami sudah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda). Saat pelantikan tadi, SK dibacakan dari awal sampai akhir. Jadi semua keputusan itu sah secara hukum,” tegasnya.
Ia juga mengakui, jumlah peserta yang dilantik tidak maksimal akibat situasi yang kurang kondusif. “Yang dilantik kurang lebih hanya sekitar 15 sampai 20 orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fariza menekankan bahwa pemerintah seharusnya mengakomodasi seluruh elemen pemuda karena memiliki hak yang sama. Ia menegaskan kepengurusannya memiliki dasar regulasi dan legal standing yang jelas.
“Regulasi dan legal standing kami berasal dari Provinsi Jawa Barat. Ketua umum kami Rohmat Hidayat, dan Ketua Umum KNPI pusat adalah Dr. Ali Hanafiah yang menduduki Gedung DPP KNPI Indonesia,” tuturnya.
Terkait penolakan yang dilakukan sejumlah OKP, Fariza menilai hal tersebut sebagai bentuk penjagalan terhadap pelaksanaan pelantikan. “Aksi mereka itu penjagalan. Kami sangat dirugikan karena sudah memboking tempat, namun tidak bisa melaksanakan pelantikan secara normal,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Pusat Forum Cendekiawan Muda Indonesia (FORCEMI) Kabupaten Bogor Ramdhani Agung Giri Nugroho menilai pelantikan tersebut tidak sah. Ia menuding pelantikan itu hanya dijadikan alat kepentingan untuk memecah belah pemuda di Kabupaten Bogor.
“Kita melihat ada oknum-oknum pemuda yang dijadikan alat kepentingan untuk memecah belah Kabupaten Bogor. Padahal kita jelas bahwa KNPI yang diakui dan sah adalah di bawah kepemimpinan Wahyudi Chaniago,” ujarnya.
Ramdhani juga menyebut sempat terjadi adu argumen dan mediasi di lokasi. Dalam mediasi tersebut, kata dia, pihak pelaksana disebut telah menyepakati untuk tidak melaksanakan pelantikan. “Mereka sudah mengatakan tidak akan melaksanakan pelantikan, dan itu disaksikan oleh aparat serta OKP-OKP yang hadir,” ungkapnya.
Ia mempertanyakan legitimasi kepengurusan KNPI versi Fariza, khususnya terkait OKP yang tergabung di dalamnya. “KNPI itu wadah berhimpunnya OKP. Pertanyaannya, OKP mana saja yang tergabung? Pertanyaan itu tidak bisa mereka jawab, bahkan tidak memiliki data,” tegasnya.
Ramdhani menyimpulkan bahwa Musda yang digelar oleh pihak Fariza diduga ilegal karena tidak dapat membuktikan keterlibatan OKP.
“mereka tidak bisa menunjukkan satu OKP atau satu PK pun yang hadir dalam Musda. Maka kami menyimpulkan, dugaan sementara Musda mereka ilegal dan hari ini tidak ada KNPI Kabupaten Bogor selain di bawah kepemimpinan Wahyudi Chaniago,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polemik dualisme kepemimpinan KNPI di Kabupaten Bogor masih terus bergulir dan memicu perbedaan sikap di kalangan organisasi kepemudaan.
(RETZA)









