AKTUALITA.CO.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (11/2/2026) sore membawa petaka bagi warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Aliran Kali Cijayanti yang tak sanggup lagi menampung debit air seketika meluap dan mengepung permukiman warga.
Tak tanggung-tanggung, ketinggian air dilaporkan sempat mencapai 1,6 meter atau setinggi dada orang dewasa di titik terdalam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menerima laporan darurat dari masyarakat sekitar pukul 17.25 WIB.
“Luapan air terjadi cukup cepat setelah hujan deras berdurasi lama. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga puncaknya sekitar 160 sentimeter,” ujar Adam memberikan keterangan pada Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di lapangan, banjir kali ini menyisakan kerusakan fisik yang cukup serius bagi beberapa rumah warga. Tercatat ada 73 unit rumah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 4 rumah mengalami rusak sedang dan 1 rumah rusak ringan setelah dinding mereka tak kuat menahan terjangan air.
Kerusakan cukup parah terlihat di lingkungan RT 04 dan RT 05 RW 01. Rumah milik warga seperti Bapak Solihin, Ganda, Juanda, hingga Ibu Diah dilaporkan mengalami tembok samping atau kamar yang ambruk. Sementara di RT 03, dapur rumah milik Bapak Cecep jebol dihantam derasnya aliran sungai.
“Secara keseluruhan, banjir ini berdampak pada sekitar 279 jiwa. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun warga yang sampai harus mengungsi jauh dari kediamannya,” tambah Adam.
Hingga Kamis pagi, air dilaporkan telah sepenuhnya surut. Namun, warga kini dihadapkan pada masalah baru yakni tumpukan material lumpur yang masuk ke dalam rumah. Bersama tim gabungan, warga mulai bahu-membahu membersihkan sisa-sisa banjir.
BPBD Kabupaten Bogor sendiri telah mencatat beberapa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, mulai dari logistik tanggap darurat, terpal untuk menutupi bagian rumah yang jebol, hingga peralatan kebersihan.
“Kondisi sudah surut. Fokus sekarang adalah pembersihan material lumpur agar warga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” tutup Adam.
(Pandu)









