AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melanjutkan penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) bagi para pendidik yang telah memenuhi ketentuan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, menyusul munculnya sejumlah kisah perjuangan guru di media sosial, terutama dari daerah terpencil. Salah satu cerita yang mendapat perhatian publik berasal dari seorang guru di Nusa Tenggara Timur yang tetap mengajar meski harus menghadapi keterbatasan ekonomi dan sulitnya akses menuju sekolah. Minggu (5/10/26).
Menurut Nunuk, pemerintah menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi guru, khususnya di wilayah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Karena itu, Kemendikdasmen terus menghadirkan berbagai kebijakan untuk mendukung kesejahteraan serta perlindungan bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Ia juga menilai dedikasi para guru menjadi faktor penting dalam kemajuan pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar hak-hak guru dapat terpenuhi dengan baik.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk tunjangan profesi guru. Pada tahun 2025, anggaran TPG untuk guru non-ASN mencapai Rp10,9 triliun dan disalurkan kepada sekitar 396 ribu penerima. Sementara pada tahun 2026, jumlah anggaran meningkat menjadi Rp11,5 triliun bagi sekitar 392 ribu guru non-ASN.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan TPG bagi guru ASN. Pada tahun 2025, realisasi anggaran mencapai Rp67,3 triliun untuk sekitar 1,48 juta guru ASN di seluruh Indonesia. Sedangkan pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan Rp72,2 triliun untuk sekitar 1,68 juta guru ASN.
Manfaat tunjangan profesi tersebut turut dirasakan oleh Yustina Yuniarti, guru SD Kristen Wukur di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku tunjangan yang diterimanya sangat membantu kebutuhan keluarga sekaligus mendukung biaya pendidikan adik-adiknya.
Yustina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kesejahteraan guru. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga para guru semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak hanya bergantung pada sistem pembelajaran, tetapi juga pada kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dunia pendidikan.
(Deni Supriadi)









