AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja melalui program Smoke Free Youth Generation 2026 yang digelar di SMP Negeri 15 Kota Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah menyusul masih tingginya angka perokok usia muda di Indonesia.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi perokok pada kelompok usia 10–21 tahun masih mencapai 12,4 persen, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban perokok remaja tertinggi di dunia.
Data juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Persentase remaja yang mulai merokok sebelum usia 15 tahun meningkat dari 11,5 persen pada Riskesdas 2018 menjadi 19,9 persen pada SKI 2023. Sementara itu, inisiasi merokok sebelum usia 20 tahun naik dari 59,7 persen menjadi 76,4 persen.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan meningkatnya kasus perokok remaja dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari lingkungan pergaulan hingga gencarnya promosi produk rokok.
”Kasus merokok pada remaja memang meningkat. Banyak faktor, termasuk pengaruh lingkungan dan promosi iklan. Sehingga dalam ikhtiar Pemkot Bogor, sekolah menjadi tempat strategis untuk kita sosialisasi,” ujar Jenal. Kamis (18/06/26).
Menurutnya, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok menjadi landasan kuat bagi Pemkot Bogor untuk menekan angka perokok pemula.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa dikukuhkan sebagai Duta Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan edukasi mengenai bahaya merokok kepada teman maupun lingkungan sekitarnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap penerapan Perda KTR, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada empat sekolah yang dinilai berhasil mengimplementasikan kawasan tanpa rokok, yakni MAN 2 Kota Bogor, SMP Negeri 4 Kota Bogor, SMP Negeri 5 Kota Bogor, dan SMP Negeri 15 Kota Bogor.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena mengungkapkan, selain rokok konvensional, penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, berbagai alasan seperti rasa penasaran, tren gaya hidup, hingga anggapan bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional menjadi pemicu meningkatnya penggunaan rokok elektronik.
”Meskipun sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman, rokok elektronik tetap mengandung nikotin, zat adiktif yang dapat memengaruhi perkembangan otak remaja. Selain itu, beberapa penelitian juga mengaitkan penggunaan vape dengan penyakit paru-paru akut, gangguan jantung, hingga peningkatan risiko kecanduan nikotin di usia muda,” jelas Erna.
Ia juga memaparkan hasil Survei Perilaku Merokok dan Implementasi KTR pada Anak Sekolah di 30 sekolah Kota Bogor tahun 2019. Survei tersebut mencatat 32 persen siswa pernah merokok konvensional, 30,8 persen pernah menggunakan rokok elektronik, dan rata-rata usia pertama kali merokok berada di angka 12,8 tahun.
Tak hanya itu, sebanyak 82,3 persen responden mengaku pernah terpapar iklan, promosi, maupun sponsor rokok di tempat penjualan seperti warung dan toko. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perilaku merokok umumnya dimulai sejak usia remaja, bahkan usia perokok pemula cenderung semakin muda.
Karena itu, penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok yang telah diberlakukan di Kota Bogor sejak 2009 terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok, menciptakan lingkungan yang sehat, serta mencegah lahirnya generasi perokok baru.
Erna berharap kegiatan Smoke Free Youth Generation mampu meningkatkan komitmen seluruh pimpinan sekolah dalam menerapkan KTR secara konsisten serta memperkuat kerja sama dengan puskesmas untuk mengidentifikasi siswa yang merokok.
”Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatnya komitmen pimpinan sekolah dalam mengimplementasikan KTR di lingkungan sekolah serta bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk mengidentifikasi siswa yang merokok, kemudian diberikan hipnoterapi berhenti merokok dan konseling,” tutupnya.
(Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya calon siswa dan orang tua, untuk melihat secara langsung proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Ajakan tersebut...
Read more








