AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui peningkatan kompetensi di bidang pengadaan barang dan jasa.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi di Onih Hotel Bogor, Kamis (18/6/2026).
Denny Mulyadi mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Hari ini BKPSDM Kota Bogor berkolaborasi dengan BPSDM Provinsi Jawa Barat melaksanakan pelatihan pengadaan barang dan jasa PPK Tipe C di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor terus berupaya memenuhi kekurangan yang ada, salah satunya melalui pelatihan ini,” ujar Denny.
Ia menjelaskan, kebutuhan ideal PPK Tipe C di Kota Bogor mencapai sekitar 100 orang. Namun hingga saat ini baru tersedia sekitar 65 orang atau sekitar 65 persen dari total kebutuhan.
Melalui pelatihan tersebut, Denny berharap seluruh peserta mampu mengikuti proses pembelajaran dengan maksimal, lulus uji kompetensi, dan memperoleh sertifikat sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan PPK Tipe C di lingkungan Pemkot Bogor.
“Saya menghinbau seluruh peserta agar tetap fokus dan bersemangat selama mengikuti rangkaian pelatihan. Karena, keberadaan PPK yang kompeten akan mendukung percepatan pelaksanaan program-program pembangunan serta kebijakan kepala daerah,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan BPSDM Provinsi Jawa Barat Asep Riyanto menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemkot Bogor dalam meningkatkan kapasitas ASN.
Menurutnya, berdasarkan kondisi saat ini Kota Bogor masih membutuhkan sekitar 35 orang PPK Tipe C.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris BKPSDM Kota Bogor Ana Ismawati melaporkan bahwa pelatihan telah dimulai sejak 25 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 24 Juli 2026.
Pelatihan diselenggarakan menggunakan metode blended learning, yang terdiri atas pembelajaran e-learning pada 25 Mei hingga 15 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran klasikal atau tatap muka mulai 18 Juni hingga 14 Juli 2026 di Onih Hotel, Paledang, Kota Bogor.
Ana berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga dapat menjadi agen pengembangan kompetensi di perangkat daerah masing-masing.
“Pasca pelatihan, para peserta diharapkan dapat melakukan sharing session di perangkat daerah masing-masing sebagai upaya percepatan pengembangan kompetensi ASN,” pungkasnya.
(Retza)









