AKTUALITA.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah gencar mengatasi permasalahan banjir dengan pendekatan dari hulu, khususnya di wilayah Puncak. Sejumlah objek wisata dan bangunan di sempadan sungai telah dibongkar demi mengembalikan fungsi ekologis wilayah tersebut.
Menanggapi upaya tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian Gubernur terhadap isu lingkungan, khususnya di kawasan Puncak dan sekitarnya.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas perhatian, pembelaan, dan pijakan beliau terhadap lingkungan. Saya sebenarnya ingin menyampaikan langsung, namun belum menemukan waktu yang tepat, maka saya sampaikan melalui video ini,” kata Achmad Fathoni dalam unggahan vidionya.
Dalam pesannya, Fathoni memberikan masukan penting kepada Gubernur Dedi Mulyadi terkait potensi besar dalam pengelolaan Setu-setu sebagai solusi banjir di wilayah Jawa Barat.
“Di Kabupaten Bogor saja, saya mendapat informasi ada sekitar 100 setu, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Saya sering menyebut ada 3P penyebab rusaknya fungsi setu: Penanggalan, Penyerobotan, dan Pencemaran,” jelasnya.
Menurutnya, penanggalan atau pengendapan akibat sampah dan sedimentasi menyebabkan pendangkalan setu, dan program pengerukan selama ini masih sangat minim. Selain itu, banyak terjadi penyerobotan lahan karena ketidakjelasan status kepemilikan, bahkan hingga muncul sertifikat pribadi di sempadan maupun tengah setu.
“Yang ketiga adalah pencemaran. Saya sering menerima laporan terkait pencemaran air setu, dan sayangnya, masalah ini sering terulang meskipun sudah dilakukan penanganan,” ungkapnya.
Fathoni berharap Pemprov Jawa Barat dapat lebih fokus terhadap pengelolaan Setu sebagai aset provinsi, yang menurutnya berada di bawah kewenangan Dinas PSDA dan pengelolaannya oleh BBWS pusat.
“Kami di kabupaten sudah berupaya semampu kewenangan kami, seperti membentuk komunitas untuk menjaga setu. Namun, alangkah baiknya jika provinsi bisa menganggarkan dan memberikan perhatian lebih, terutama untuk mencegah pendangkalan, penyerobotan, dan pencemaran,” terangya.
Sebagai contoh, kata Achmad Fathoni, sejumlah setu di Kecamatan Gunung Putri seperti Setu Wanaherang dan Tlajung, yang memiliki fungsi penting sebagai kolam retensi untuk menampung air dari kawasan pemukiman dan perumahan.
“Jika fungsi setu dapat dimaksimalkan, banjir di wilayah hulu bisa lebih mudah ditangani. Semoga masukan ini bisa diterima dengan baik dan ditindaklanjuti. Kita jaga alam, alam jaga kita,” pungkasnya.
(Rz)









