AKTUALITA.CO.ID – Kepala Desa Cijayanti, H. Ahmad Paojan, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait dampak lingkungan dan sosial dalam kegiatan konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perumahan Golden Griya Sentul oleh PT Griya Sarana Akbar, di Aula Kantor Desa Cijayanti, Rabu (28/1/2026)
Meski mendukung masuknya investasi di wilayahnya, Kades Cijayanti menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan keselamatan ekosistem dan harmoni sosial.
“Prinsipnya kami mendukung pembangunan, tapi jangan sampai merugikan masyarakat. Komunikasi melalui konsultasi publik ini penting agar tidak ada salah paham atau konflik di kemudian hari,” tegas Kades di hadapan warga dan konsultan,
Salah satu sorotan utama adalah tata kelola air. Kades mengingatkan bahwa meski wilayah Cijayanti secara geografis berada di dataran tinggi, potensi genangan air tetap mengancam jika sistem drainase tidak direncanakan secara matang.
“Sistem drainase harus terintegrasi. Harus ada kolam retensi atau danau buatan sebagai area resapan air. Kita tidak ingin wilayah yang tinggi begini justru banjir hanya karena tata kelola air yang buruk,” tambahnya.
Selain urusan teknis lingkungan, Pemdes Cijayanti menuntut transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja. Ia mendesak PT Griya Sarana Akbar untuk memprioritaskan warga Cijayanti dalam mengisi posisi pekerjaan yang tersedia selama proses pembangunan hingga operasional nanti.
“Sinergi itu kuncinya. Perusahaan harus melibatkan masyarakat lokal. Jangan sampai warga hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kecuali untuk posisi yang butuh keahlian khusus, tenaga kerja lokal harus diutamakan,” pungkasnya.
(Arsyit Syarifudin)









