AKTUALITA.CO.ID _ Wilayah hukum Polsek Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi tantangan seorang AKP Aulia Robby Kartika Putra untuk menuntaskan kriminalitas.
Karena menurutnya, wilayah Gunung Putri mempunyai kriminalitas yang sangat tinggi terutama kasus pencurian kendaraan bermotor dan oknum – oknum pihak leasing yang tidak bertanggungjawab.
“Wilayah Gunung Putri ini menurut saya menjadi sebuah tantangan karena kriminalitas di wilayah Gunung Putri ini sangat tinggi,” kata Kapolsek Gunung Putri AKP Aulia Robby Kartika Putra kepada aktualita.co.id, Sabtu (19/10/24).
“Seperti memarkirkan motor di sembarang tempat, seperti di toko padahal di toko tersebut ada tempat parkirnya perkara bayar parkir, mereka melakukan parkir diluar sehingga motornya hilang,” sambungnya.
Bukan hanya itu, Gunung Putri juga banyak oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab seperti oknum penagih hutang atau biasa di sebut MATA ELANG atau DEPCOLECTOR yang mengaku ngaku dari pihak leasing.
“Ada juga Ada juga mengenai oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan pihak leasing. Yang bersangkutan mengaku dari pihak leasing, namun mereka tidak mempunyai SPK dan tidak punya fidusial. Dan mereka tidak bisa menunjukan bahwa mereka sebenarnya memang dari pihak leasing,” ujarnya.
“Ini juga menjadi atensi kami. Karena mengaku – ngaku akhirnya korbannya menjadi percaya setelah di cek di leasing ternyata yang mengaku – ngaku itu bukan dari pihak leasing,” cetusnya.
Dalam hal ini, AKP Aulia Robby menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dirinya terutama dalam menjaga kendaraan bermotornya, kalo bisa gunakan kunci ganda karena saat ini banyak modus – modus yang tidak dapat dipercaya.
“Kami sendiri dari pihak Kepolisian Sektor Gunung Putri sudah melakukan patroli diluar dari pada yang rutin, itu dilaksanakan sehari bisa 3 sampai 4 kali. Tetapi, jika masyarakat yang membutuhkan pihak Kepolisian ataupun ingin mengadu 24 jam kami siap untuk menangani, dan menerima laporan melalui konsenter 110 atau lewat nomor telpon,” ungkapnya.
“Dan kalo memang masih ada oknum – oknum, misalkan di jegat di tengah jalan bisa ambil antisipasi apabila terjadi bisa langsung hubungi kami. Ataupun bila tidak bisa bawa ke polsek nanti kita tindak lanjuti, Jangan sembarang memberikan kendaraan tersebut kepada orang yang belum jelas dari mana,” tegasnya.
(rezza)









