AKTUALITA.CO.ID – Penyakit jantung koroner (PJK) terkenal sebagai ‘silent killer’ dan merupakan penyebab utama terjadinya serangan jantung. Ironisnya, banyak orang yang tak menyadari terkena serangan jantung.
“Anda bisa mengidap PJK selama bertahun-tahun dan tak merasakan gejala sampai Anda terkena serangan jantung. Karena itulah, PJK merupakan pembunuh senyap (silent killer),” ungkap Cleveland Clinic melalui laman resminya, seperti dikutip dari RMOL, Sabtu (23/12/23).
PJK terjadi akibat adanya penumpukan plak di arteri koroner yang memasok darah ke jantung. Kondisi ini bisa membuat aliran darah ke otot-otot jantung menurun atau bahkan tersumbat.
Gejala umum dari PJK adalah nyeri pada dada, terutama ketika beraktivitas. Namun, ada banyak penderita PJK yang tidak mengalami gejala apa pun, sehingga mereka tidak tahu bahwa ada masalah pada jantung mereka.
“Akibatnya, mereka tidak mendapatkan pengobatan yang benar untuk mencegah serangan jantung, strok, atau kematian,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam Jill Jin MD MPH, seperti dilansir JAMA Network.
Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai beragam tanda dan gejala yang berkaitan dengan PJK. Selain tanda dan gejala yang umum, seperti nyeri dada, PJK juga dapat memunculkan gejala yang kurang khas.
Menurut National Health Service (NHS), gejala yang kurang khas dari PJK bisa muncul saat bernapas. Gejala tersebut adalah sesak napas.
Kemunculan gejala sesak napas sering kali dikaitkan dengan masalah pernapasan, seperti asma. Padahal, kemunculan sesak napas juga bisa menjadi pertanda dari PJK.
Ada dua mekanisme yang dapat membuat penderita PJK mengalami sesak napas. Yang pertama, jantung tidak bisa memompa cukup darah berisi oksigen ke seluruh tubuh.
“Bila jantung Anda tidak cukup memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh, tubuh Anda akan merespons dengan bernapas lebih cepat untuk berusaha memasukkan lebih banyak oksigen, sehingga membuat Anda merasa sesak napas,” ungkap British Heart Foundation (BHF), seperti dilansir Express.
Mekanisme lainnya adalah PJK membuat jantung tidak bisa bekerja dengan optimal. Kondisi ini dapat memicu terjadinya penumpukan cairan pada paru-paru. Penumpukan cairan ini bisa membuat penderita PJK kesulitan bernapas dan merasa sesak.
Pada PJK, keluhan sesak napas bisa terasa memburuk saat penderita melakukan aktivitas fisik. Terkadang, perburukan gejala sesak napas bisa membuat penderita PJK merasa ketakutan.
Selain sesak napas, ada beberapa gejala PJK lain yang juga perlu diwaspadai. Berikut ini adalah gejala-gejala tersebut:
1. Nyeri dada atau angin
2. Nyeri di seluruh tubuh
3. Merasa lemah
4. Merasa mual
Selain mewaspadai gejala PJK, penting juga untuk mengenali gejala-gejala serangan jantung. Karena seperti diketahui, PJK merupakan penyebab tersering dari serangan jantung. Berikut ini adalah gejala-gejalanya:
1. Nyeri dada yang menjalar ke area tubuh lain, seperti leher, rahang, punggung, perut, atau lengan kiri
2. Merasa seperti akan pingsan
3. Berkeringat
4. mual
5. Sesak napas
** yev/rmol









