AKTUALITA.CO.ID – Polres Bogor berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis Etomidate dan Happy Water yang mulai beredar di wilayah Kabupaten Bogor. Pengungkapan ini menjadi perhatian karena Etomidate sebelumnya belum pernah ditemukan dalam kasus yang diungkap Polres Bogor, sementara kedua jenis narkotika tersebut diduga menyasar kalangan menengah ke atas.
Kasus tersebut diungkap di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Wilayah Gunung Putri sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang tinggi dan banyak terdapat kawasan permukiman menengah hingga elite.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, pengungkapan ini menjadi temuan baru bagi jajarannya.
“Kami mengungkap kasus ini di Perum Griya Bukit Jaya, Tlajung Udik, Gunung Putri. Ini merupakan temuan baru karena sebelumnya kami belum pernah mengungkap peredaran Etomidate. Ternyata barang ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Wikha, kepada Aktualita.co.id, Selasa (21/7/2026).
Dalam pengungkapan tersebut, kata AKBP Wikha, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial EJ. Dari tangan pelaku, petugas menyita 65 cartridge Etomidate dan 70 bungkus Happy Water.
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku telah mengedarkan barang haram tersebut selama sekitar dua bulan di wilayah Kabupaten Bogor.
“Etomidate ini cukup mahal karena dikemas dalam bentuk cartridge yang digunakan untuk vape. Harganya berkisar antara Rp4 juta hingga Rp6 juta per cartridge. Barang yang kami temukan bahkan bernilai sekitar Rp6 juta. Satu cartridge mungkin hanya digunakan sekitar 40 kali hisapan, namun harganya sangat fantastis. Ini tentu cukup mengkhawatirkan karena barang semahal ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain Etomidate, lanjut AKBP Wikha, polisi juga menyita narkotika jenis Happy Water yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp600 ribu per bungkus.
Ia menjelaskan, sebelumnya peredaran Etomidate maupun Happy Water lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta. Namun kini, kedua jenis narkotika tersebut mulai beredar di Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan Gunung Putri dan Citeureup.
“Selama ini barang-barang seperti ini lebih sering ditemukan di Jakarta. Kini ternyata sudah masuk ke Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Gunung Putri dan Citeureup yang memiliki tingkat ekonomi cukup tinggi serta banyak terdapat kawasan perumahan elite,” ungkapnya.
Polres Bogor menilai tingginya harga jual Etomidate menunjukkan bahwa peredarannya diduga menyasar masyarakat dari kalangan menengah ke atas. Karena itu, kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika jenis baru yang mulai masuk ke wilayah Kabupaten Bogor guna mencegah semakin meluasnya penyalahgunaan di tengah masyarakat.
(Retza)









