AKTUALITA.CO.ID _ Disebut masuk angka stunting peringkat ke 2 se Kabupaten Bogor oleh Pj Bupati Bachril Bakri saat kunjungan kerja di Kecamatan Cileungsi. Kepala UPT Puskesmas Cileungsi, Dokter Faraitody. I menyebut angka stunting di wilayah Cileungsi saat ini sudah berkurang. Rabu (23/10/24)
“Stunting itu kan kita pertama dapat data pengukuran, tapi selalu data itu kita validasi atau verifikasi oleh tim kami dari petugas gizinya dengan bidan desa yang dinyatakan itu sebagai Stunting. Kita periksa lagi dan diukur ulang. Nah itu makanya, setelah diukur ulang lagi teryata berkurang,” ucap Kepala UPT Puskesmas Cileungsi, Dokter Faraitody. I kepada Aktualita.co.id saat ditemui di ruangan kerjanya. Rabu(23,10,24).
Menurutnya, data angka stunting yang diperoleh sebelumnya adalah terindikasi sebuah kesalahan dari alat pengukur digital yang rentan akan kesalahan.
“Kalo soal kesalahan data kita kurang tau, tapi setelah di validasi, karenakan posisi kita tidak mudah mengukur bayi, dari kurang gerak-gerak dan agak kurang tekuk. Bisa jadi karena alat, karena alat kan adalah buatan manusia dengan alat digital, alat digital kan bukan barang yang selalu awet terus jadi aga rentan,” terangnya.
Menurutnya, Puskesmas sudah melakukan langkah-langkah untuk terus menekan angka Stunting di Cileungsi. “Jadi untuk stunting tentunya sudah ada langkah-langkah yang dilakukan, pertama dari puskesmas kita selalu usaha mengadakan penyuluhan atau promotif preventif ke masyarakat, advokasi ke lintas sector, dan juga sekarang ada kita seperti orang tua asuh stunting,”tutupnya.
(Deni Dawer)









