AKTUALITA.CO.ID – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh sopir dan pengusaha angkutan kota (angkot) di halaman Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Para peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka terkait keberatan atas penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023, khususnya mengenai pembatasan usia operasional angkot.
Dari pantauan Aktualita.co.id, puluhan angkot terlihat terparkir rapi di sekitar area Balai Kota Bogor. Meski sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas di sejumlah titik, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan Pemerintah Kota Bogor memahami keresahan yang dirasakan oleh para sopir dan pengusaha angkot. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk menjalankan regulasi yang telah ditetapkan.
“Ini bagian dari aspirasi. Kami memahami ada keberatan dari sopir maupun pengusaha angkot terkait implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2023,” ujar Denny saat menemui peserta aksi di Balai Kota Bogor.
Meski berpegang pada aturan yang berlaku, Pemkot Bogor tetap membuka ruang dialog dengan para pelaku transportasi agar tercipta kesepahaman bersama.
“Kami tetap berpedoman pada Perda yang ada, tetapi ruang diskusi tetap terbuka. Mudah-mudahan ke depan bisa ditemukan titik temu yang baik,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor Sujatmiko menyebut jumlah angkot yang mengikuti aksi tersebut tidak sebanyak perkiraan awal.
“Awalnya diperkirakan sekitar seribu angkot, namun yang hadir sekitar 145 unit dengan jumlah orang kurang lebih 250 peserta,” jelas Sujatmiko.
Di sisi lain, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan tertib. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
“Alhamdulillah, aksi berjalan sangat baik dan tertib. Tidak ada gangguan lalu lintas yang berarti, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” kata Kombes Pol Rio.
“para peserta aksi juga menunjukkan komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai tanpa mengganggu kepentingan publik, sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Bogor tetap terjaga,” tutupnya.
(Retza)









