AKTUALITA.CO.ID _ Pembangunan Bendungan Cibeet-Cijurey di wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor menuai banyak keluhan dari warga yang terdampak langsung. Sejumlah masalah yang belum terselesaikan menjadi sorotan utama, mulai dari relokasi warga hingga penggantian kerugian lahan.
Sekretaris Camat Cariu, H. Agus Sopyan Budi Asmara mengungkapkan, Banyak keluhan dari warga dan kepala desa terkait proyek pembangunan Cibeet – Cijurey salahsatunya ialah ingin ada kejelasan bulan apa tahun apa mau dibayarnya.
“Kalo bendungan Cibeet itu baru Desa Cariu tahap satu dan dua, dan Desa Kutamekar juga baru tahap satu dan kedua, dan itu sudah di bayarkan. Untuk kedua desa itu jika ada sanggahan selama 14 hari misal tidak berkenan nominalnya kekecilan bisa berkomunikasi kembali,” kata Sekcam Cariu kepada Aktualita.co.id saat dihubungi melalui telpon whatsapp, senin (16/12/24).
“Yang saya ketahui tahap pertama dan kedua di Desa Cariu tidak ada masalah, yang menjadi masalah kemarin itu masyarakat adalah diberikannya fisik dan non fisik setelah di konfirmasi ke KJPP untuk diperjelas harga tanah berapa, harga rumah berapa, harga tanaman berapa. Dan akhirnya KJPP memberikan ditahap kedua. Kalo Desa Bantarkuning dan Cibatutiga kalo gasalah di tahun 2025 yang terakhir tahun 2026 itu Desa Cikutamahi,” jelasnya.
Agus juga menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan pemanfaatan lahan persawahan yang tidak terpakai untuk membantu warga terdampak.
“Ada lahan sawah kosong bisa diganti untuk petani yang sebelumnya terkena dampak akibat pembangunan ini. Kami juga membahas dengan Sekda, Dinas Pariwisata dan Bapedalitbang. Katanya mata pencaharian warga ini akan dibangun destinasi wisata untuk menciptakan mata pencaharian baru bagi warga,” terangnya.
Menanggapi keluhan ini, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Rudi Sabana meminta BBWS Citarum segera menyelesaikan berbagai permasalahan di desa – desa yang terkena dampak pembangunan bendungan.
“Sebagian besar warga kehilangan sawah dan usaha mereka akibat proyek ini. Pihak terkait harus memperhatikan kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga terdampak, terutama mereka yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian,” tegas Rudi.
Rudy menegaskan, pertemuan antara DPRD, Camat Cariu, dan seluruh kepala desa telah dilakukan untuk membahas keluhan ini. Kami juga meminta kejelasan terkait hak warga yang belum sepenuhnya dibayarkan.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi warga kepada BBWS Citarum agar mereka bertanggung jawab penuh. Warga tidak bisa dibiarkan tanpa solusi yang jelas, kami menegaskan BBWS Citarum untuk segera memberikan kejelasan kapan hak warga ini akan terselesaikan,” ujarnya.
Pihak DPRD bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak warga terdampak.
“Kami akan terus mengawal permasalahan ini hingga ada penyelesaian yang konkret. Karena proyek pembangunan bendungan Cibeet-Cijurey yang bertujuan meningkatkan pengelolaan air dan mitigasi banjir justru menjadi beban bagi masyarakat sekitar. Warga berharap kejelasan dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait untuk mengembalikan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.
(rezza apit)









