AKTUALITA.CO.ID – Kepedulian warga Kabupaten Bogor tak terhalang jarak dan pulau. Desa Tangguh Bencana (Destana) Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, resmi memberangkatkan tim kemanusiaan menuju lokasi banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Tak tanggung-tanggung, tim relawan ini membawa amanah donasi dari masyarakat yang terkumpul mencapai lebih dari Rp131 juta. Pelepasan 12 personel dilakukan langsung oleh Kepala Desa Tlajung Udik di Aula Kantor Desa sekitar pukul 00.30 WIB.
Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim atau yang akrab disapa Bontot, menyampaikan rasa bangganya atas tingginya empati warganya.
“Alhamdulillah, ini amanah dari masyarakat Desa Tlajung Udik dan perusahaan sekitar. Teman-teman Destana akan langsung terjun ke lokasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Kades Bontot kepada Aktualita.co.id.
Gotong Royong Kilat: Terkumpul dalam 10 Hari
Sekretaris Desa sekaligus Ketua Panitia Tlajung Udik Peduli, Abdul Harly, mengungkapkan fakta luar biasa di balik penggalangan dana ini. Angka Rp131 juta tersebut berhasil dihimpun secara gotong royong dalam waktu kurang dari 10 hari.
“Ini kerja keras semua elemen, dari RT, RW, Kepala Dusun, hingga pengusaha. Target awal kami Rp150 juta, dan pencapaian ini sudah sangat luar biasa. Dana ini akan kami belanjakan langsung di lokasi sesuai kebutuhan mendesak para korban,” jelas Abdul Harly.
Misi Lintas Pulau: Tim Alfa dan Bravo
Ketua Destana Tlajung Udik, Chandra Kirana (Bagol), menjelaskan teknis misi kemanusiaan sejauh 1.338 kilometer ini. Tim akan fokus membantu di wilayah Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Untuk efektivitas, 12 personel dibagi menjadi dua unit taktis:
- Tim Alfa: Bertugas selama 15-20 hari untuk penanganan pascabencana dan pemulihan.
- Tim Bravo: Bertugas taktis (tektok) selama kurang lebih 8 hari untuk dukungan logistik awal.
“Kita ke sana bukan untuk jalan-jalan. Medan di sana berat, banjir masih setinggi pinggang. Kita akan back-up dapur umum dan kebutuhan dasar lainnya,” tegas Bagol.
Pesan Kades: Jaga Nama Baik Bogor
Sebelum melepas rombongan, Kades Bontot berpesan agar seluruh relawan menjaga etika dan menghormati kearifan lokal selama bertugas di tanah Minang.
“Jaga etika dan tata krama. Kita berada di daerah orang, beda budaya. Hargai kultur setempat agar niat baik kita berbuah kebaikan bagi semua,” pesan Yusuf Ibrahim.
Aksi nyata Destana Tlajung Udik ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masyarakat Bogor mampu melintasi batas wilayah demi kemanusiaan.
(Pandu)









