AKTUALITA.CO.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menata wilayah terus diperkuat. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terfokus di satu wilayah.
Saat ini, Pemkab Bogor tengah mengencangkan pembangunan di wilayah Malasari sebagai bagian dari program prioritas. Namun, Rudy memastikan bahwa pembangunan tersebut juga akan merata ke berbagai daerah lain di Kabupaten Bogor.
“Yang kita lanjutkan bukan hanya Malasari. Program ini akan terus berjalan dan kita targetkan berlanjut hingga 2026,” ujar Rudy, kepada Aktualita.co.id, Kamis (30/04/26).
Selain Malasari, kata Rudy, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan infrastruktur di wilayah Rumpin. Salahsatu ruas jalan direncanakan akan dilakukan betonisasi pada 2025.
Ia mengungkapkan pembangunan itu saat ini pelaksanaannya sempat tertunda, karena adanya penyesuaian dengan aspirasi masyarakat. Menurutnya, sejumlah warga yang tinggal di pinggir jalan mengusulkan agar dilakukan pengerukan atau penurunan badan jalan.
“Ini membuat perencanaan awal berubah dari Detail Engineering Design (DED), sehingga proyek tersebut sementara ditunda. Karena ada perubahan dari perencanaan awal, akhirnya ruas tersebut kita tinggalkan sementara. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita lanjutkan kembali,” jelasnya.
Tak hanya di wilayah barat, pembangunan juga akan menyasar kawasan Bogor Timur. Sejumlah proyek strategis yang akan dilanjutkan di antaranya pembangunan sodetan, di Jalan Transyogi hingga akses menuju Sukamakmur.
Selain itu, Pemkab Bogor juga tengah menuntaskan pembangunan pasar hewan terbesar Kabupaten Bogor di Jonggol yang ditargetkan dapat diresmikan pada tahun ini.
“Nanti Sodetan di Jalan Transyogi menuju ke Sukamakmur juga kita lanjutkan. Kemudian Pasar hewan Bogor terbesar di Jonggol juga kami tuntaskan, mudah-mudahan dapat diresmikan tahun ini,” terangnya.
Sementara dikawasan Puncak, penataan jalur juga menjadi perhatian serius. Pemerintah merencanakan pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Pasir Muncang hingga Citeko, Kecamatan Cisarua, guna mengurai kemacetan.
Tak hanya itu, pembangunan Jembatan Bomang ditargetkan rampung tahun ini. Dan akan dilanjutkan dengan pembangunan flyover Bomang sebagai tahap berikutnya.
Ia menegaskan, penataan kawasan di Kecamatan Parung dilakukan secara terpadu. Selain pembangunan infrastruktur jalan, penataan Pasar Parung juga akan segera dimulai dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Lebih lanjut, normalisasi sungai dari kawasan Salabenda juga akan dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan yang terintegrasi. Seluruh proyek tersebut nantinya akan terhubung dan bertemu di Simpang Empat Bomang.
“Penataan ini tidak dilakukan secara parsial, tetapi simultan agar hasilnya maksimal dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
(Retza)









