AKTUALITA.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Doni Maradona Hutabarat menyampaikan keprihatinannya atas insiden ambruknya ruang kelas SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang menimpa puluhan siswa. Ia menegaskan perlunya evaluasi serius terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya jenjang SMA dan SMK di Jawa Barat, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Doni mengatakan, menurut informasi bangunan ruang kelas tersebut dibangun pada 2015 menggunakan APBD Kabupaten Bogor. Namun sejak 2023 pihak sekolah sudah melaporkan kondisi atap yang mengkhawatirkan kepada pemerintah daerah. Sayangnya, sekolah tersebut tidak termasuk dalam program revitalisasi tahun itu.
“Seharusnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera menurunkan tim untuk mengecek kondisi seluruh bangunan SMK dan SMA, khususnya di Kabupaten Bogor. Peristiwa ini menjadi peringatan agar ada langkah pencegahan ke depan,” ujar Doni kepada Akrualita.co.id, saat mengunjungi SMKN 1 Cileungsi. Selasa (10/09/25).
Doni juga menyinggung pentingnya transparansi dan pengawasan dalam pembangunan gedung sekolah. Ia menegaskan, proyek konstruksi harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi serta Undang-Undang Bangunan dan Gedung.
“Tahapannya jelas, termasuk bagaimana kualitas bangunan. Jadi harus dicek apakah sudah sesuai aturan atau tidak. Kalau tidak sesuai, pihak terkait wajib bertanggung jawab dan memperbaikinya,” tegasnya.
Menyoroti kondisi siswa yang menjadi korban, Doni menegaskan bahwa Pemkab Bogor bersama pihak sekolah wajib memberikan penanganan terbaik. Ia menekankan agar seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah, termasuk dukungan pemulihan psikologis.
“Siswa yang luka harus segera ditangani di rumah sakit, dan biayanya ditanggung Pemda. Bahkan tadi juga disampaikan Bupati Bogor akan dilaksanakan trauma healing untuk siswa yang terdampak secara psikologis,” kata Doni.
Terkait proses belajar-mengajar, Doni menyampaikan penjelasan dari Kepala Dinas terkait bahwa perbaikan darurat akan dilakukan secepatnya. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Perkim akan mulai membangun kembali empat ruang kelas yang ambruk.
“Ya tadi penjelasan Kadisdik Jabar dalam waktu 1-3 hari ke depan, kalau sudah selesai semuanya sudah bisa dibangun kembali sama Dinas Provinsi. Nanti akan dikerjakan oleh Dinas Disperking Provinsi Jawa Barat target mereka sebulan selesai, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal,” pungkasnya.









