AKTUALITA.CO.ID – Semangat solidaritas tanpa batas ditunjukkan oleh Gemawana Indonesia (GWI). Lembaga kemanusiaan yang berbasis di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini sukses menuntaskan misi panjang tanggap darurat dan pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat selama dua bulan terakhir.
Berkoordinasi dengan komunitas Petualang, tim GWI mulai bergerak sejak akhir November 2025 hingga Januari 2026 untuk menyisir zona merah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra.
Ketua Umum Gemawana Indonesia, Septian Adrianto, mengungkapkan bahwa misi ini melibatkan berbagai sektor krusial guna memastikan penyintas bencana dapat bangkit kembali.
“Bantuan kami komprehensif. Mulai dari operasi SAR, dapur umum, pipanisasi air bersih, renovasi mushola, sekolah darurat, hingga penanganan animal disaster atau penyelamatan satwa dan ternak terdampak di Sumatra Barat,” ujar Septian kepada Aktualita.co.id, Sabtu (31/1/2026).
Untuk mempercepat distribusi bantuan, kolaborasi lintas lembaga ini mendirikan lima posko utama yang tersebar di Kota Padang, Kabupaten Agam, Aceh Tamiang, hingga Aceh Utara. Sebanyak 13 personel inti GWI didukung puluhan relawan lokal dikerahkan untuk memetakan kebutuhan penyintas.
Founder Petualang, Giok Raya, menambahkan bahwa kehadiran relawan di tengah masyarakat sangat membantu proses psikologis korban. “Selama dua bulan kami membersamai warga hingga proses recovery. Kolaborasi ini terbukti membangkitkan semangat masyarakat yang sempat terpuruk,” jelasnya.
Tak hanya di Sumatra, napas kemanusiaan GWI juga sampai ke Jawa Barat. Di sela misi Sumatra, tim merespons cepat bencana banjir di Kampung Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Karawang pada 25 Januari 2026. Di sana, relawan melakukan evakuasi dan penyaluran logistik sembako bagi warga yang terisolasi.
Komandan SAR Gemawana Indonesia, Sugianto Capunk, menekankan bahwa kunci keberhasilan misi panjang ini adalah sinergi. GWI menggandeng berbagai pihak seperti CAN Indonesia, Relawan Gabungan Gunung Putri, FAJI Kabupaten Bogor, hingga Mapala Wanala UNAIR Surabaya.
Aksi nyata lembaga asal Bogor ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi komunitas lain untuk tetap siaga dan responsif terhadap dinamika kebencanaan di seluruh pelosok Tanah Air.
(Pandu)









