AKTUALITA.CO.ID – Pesta rakyat Ngadu Kuluwung yang digelar warga Desa Sukasirna dan Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu (06/04/25), menyisakan tumpukan sampah di sejumlah titik lokasi acara.
Ironisnya, acara yang sempat disebut akan dihadiri Gubernur Jawa Barat itu justru tak jadi didatangi oleh orang nomor satu di Provinsi Jabar.

Dari pantauan aktualita.co.id, sampah plastik, bungkus makanan, dan botol minuman tampak berserakan di lapangan tempat digelarnya acara syukuran hasil panen tersebut. Hal ini menuai keluhan dari warga sekitar.
“Nih bekas acara pesta rakyat, sampah di mana-mana. Gak ada yang bertanggung jawab,” ujar salah satu warga Jonggol, I (35), dengan nada kecewa, Senin (07/04/25).
I menilai panitia seharusnya bertanggung jawab atas kebersihan usai acara, bukan malah membiarkan sampah berserakan begitu saja. “Parah, panitianya juga ke mana? Sampah ditinggalin kayak gini,” kesalnya.
Sebelumnya, acara Ngadu Kuluwung digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen warga Desa Sukasirna dan Balekambang. Warga tampak antusias menghadiri pesta tersebut, bahkan beberapa di antaranya menyalakan petasan sebagai bentuk suka cita.
Abdul (62), warga Desa Sukasirna, menjelaskan bahwa tradisi ini terakhir kali digelar sekitar tujuh tahun lalu. “Hanya kalau abis panen. Tergantung panennya bagus atau enggak. Ini juga harus disetujui oleh dua pihak desa,” ujarnya.
Sementara itu, Nana (54), warga Cibarusah yang datang bersama keluarganya, mengaku penasaran ingin melihat langsung acara tersebut.
“Saya ke sini cuma lihat-lihat aja. Katanya pak Gubernur mau datang, tapi ternyata enggak jadi. Padahal kalau beliau datang, bisa lihat langsung tradisi masyarakat Jonggol,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia mengenai tanggung jawab pembersihan lokasi acara.
(Rz)









