Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Hindari Beli 4 Bahan Makanan Ini di Supermarket yang Berpotensi Dihinggapi Kuman

sayyev by sayyev
July 7, 2023
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Hindari Beli 4 Bahan Makanan Ini di Supermarket yang Berpotensi Dihinggapi Kuman

ilustrasi susu mentah

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Ada beberapa makanan dan minuman yang berpotensi mengandung kuman berbahaya kerap dijual di supermarket.

Nah, jika ingin tidak terkena risiko, pakar keamanan pangan mengungkap sejumlah makanan yang sebaiknya tak dibeli di pasar swalayan atau toko bahan makanan.

Alasannya, makanan atau minuman tersebut berpotensi mengandung kuman berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Berita lainnya

Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

Bisa juga karena pemrosesan, pengemasan, dan penyimpanan bahan makanan yang kemungkinan tak sesuai standar.

Dikutip dari RMOL, Jumat (7/7/2023), berikut empat makanan dan minuman tersebut.

1. Susu mentah

Menurut pakar keamanan pangan Amerika Serikat, konsumen sebaiknya tidak membeli susu mentah mentah yang belum dipasteurisasi. Pasteurisasi susu merupakan proses pemanasan untuk membunuh patogen, memperpanjang umur simpan, dan membuat minuman lebih aman untuk dikonsumsi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyampaikan, susu mentah berpotensi mengandung kuman berbahaya seperti salmonella, E coli, listeria, brucella, dan banyak lagi. Ada banyak orang yang menggembar-gemborkan manfaat kesehatan susu mentah, tetapi itu tidak sepadan dengan risikonya.

“Banyak organisme patogen yang hidup di dalam susu mentah,” kata ahli kimia makanan dan konsultan industri Bryan Quoc Le.

2. Kecambah mentah

Kecambah seperi toge memang sehat, tetapi mengingat makanan tersebut dapat menjadi sumber bakteri berbahaya seperti E coli dan salmonella, penting untuk cermat saat membeli kecambah mentah. Sebelum dikonsumsi, kecambah mentah harus dicuci secara menyeluruh dengan air.

“Kemungkinan kontaminasinya tidak terlalu tinggi, ini lebih merupakan risiko sedang, tetapi saya pribadi akan menghindarinya,” ujar Quoc Le.

3. Konter makanan panas

Pasar swalayan besar biasanya memiliki konter yang menjual makanan untuk langsung disantap. Para ahli kurang merekomendasikan membeli makanan di sana karena ada kemungkinan makanan disimpan terlalu lama atau proses penyimpanan tidak sesuai standar.

Menurut aturan, semua makanan di konter sejenis harus disimpan pada suhu panas 57,2 derajat Celsius atau lebih tinggi serta pada suhu dingin lima derajat Celsius atau lebih rendah. Tujuannya, untuk menangkis potensi pertumbuhan bakteri dengan baik.

“Jika sistem pemanasnya dipertanyakan, saya akan menghindarinya, tetapi jika yakin makanan disimpan di suhu yang tepat maka boleh saja memakannya,” kata Quoc Le.

4. Buah potong

Profesor Kali Kniel, ahli mikrobiologi di Universitas Delaware, menganjurkan untuk tak membeli buah potong di pasar swalayan. Khususnya, buah melon potong yang disebut Kniel paling rentan terhadap kontaminasi bakteri, akibat proses tanam dan panen.

Selain itu, pembeli tidak mengetahui proses pengupasan dan pemotongan buah sehingga ada kemungkinan tahapannya kurang higienis. Jika tetap ingin membeli buah potong di pasar swalayan, disarankan mencuci buah sebelum dikonsumsi dan segera dimakan setelah pembelian.

Sebagai tips tambahan, Kniel menyarankan mencuci tas belanja yang dapat digunakan kembali untuk menghindari kontaminasi silang. Jika melihat makanan kemasan yang bungkus atau kalengnya penyok, dia menyarankan untuk tidak memasukkannya ke troli.

Periksa tanggal penjualan pada paket produk segar untuk mengetahui kapan kualitasnya mulai menurun. Mengenai buah, disarankan tidak memilih buah yang memar. Selain itu, pilih kemasan makanan yang bebas jamur dengan memeriksa bagian bawah wadah.

“Dalam hal keamanan pangan, jika produk daging atau makanan laut berbau ‘tidak enak’ atau terlalu amis maka bisa rusak dan itu harus dihindari,” kata Kniel.

** yev

Tags: bahan makanan berbahaya
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

by Arsyit Syarifudin
March 4, 2026
0
Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, tiga fasilitas dan layanan baru resmi dioperasikan di RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong,...

Read more

Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

by Arsyit Syarifudin
March 4, 2026
0
Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

AKTUALITA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan suntikan motivasi bagi ratusan siswa SMAN 2 Cibinong dalam kegiatan Smartren Ekologi Takzim di Masjid Nurul Wathon,...

Read more

Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

by Arsyit Syarifudin
February 26, 2026
0
Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 28.400 lebih kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, saat menerima kunjungan...

Read more

Indonesia Darurat TBC, Kasus Tertinggi Kedua di Dunia Setelah India

by Arsyit Syarifudin
February 26, 2026
0
Indonesia Darurat TBC, Kasus Tertinggi Kedua di Dunia Setelah India

AKTUALITA.CO.ID - Negara Republik Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dengan jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi berdasarkan populasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI,...

Read more

Kemenkes Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Perkuat Surveilans di Jawa Barat

by Arsyit Syarifudin
February 23, 2026
0
Kemenkes Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Perkuat Surveilans di Jawa Barat

AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui...

Read more
Next Post
Tempat Larangan Kampanye Mulai Diuji MK

Tempat Larangan Kampanye Mulai Diuji MK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

PKS Gunung Putri Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Banjir di Bojong Kulur

PKS Gunung Putri Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Banjir di Bojong Kulur

March 7, 2025
Sambut Iduladha 1446 H, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Berbagi 27 Hewan Kurban untuk Masyarakat Sekitar

Sambut Iduladha 1446 H, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong Berbagi 27 Hewan Kurban untuk Masyarakat Sekitar

June 5, 2025
Wisata Berujung Duka, Dua Warga Sukaraja Terseret Ombak di Cisolok Sukabumi

Wisata Berujung Duka, Dua Warga Sukaraja Terseret Ombak di Cisolok Sukabumi

January 19, 2026

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW