AKTUALITA.CO.ID _ Arif Budiman (40) salahsatu pekerja yang menjaga usaha galian tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Meminta maaf secara terbuka kepada Rezza dan Ricky yang merupakan wartawan Aktualita.co.id, atas insiden intimidasi yang dilakukannya pada Kamis (18/7/24) kemarin.
Mediasi dilakukan di Aula Polsek Jonggol, yang turut dihadirkan oleh Kanit Reskrim Polsek Jonggol, Ketua Organisasi Wartawan Bogor Timur Jurnalis (BTJ), Pimpinan Umum Aktualita.co.id, Ketua Organisasi Masyarakat GIBAS , serta rekan jurnalis perwakilan Bogor Timur.
Dihadapan pihak kepolisan Polsek Jonggol, Arif mengakui kekhilafannya yang sudah melakukan intimidasi kepada wartawan dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya.
” Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dengan prilaku, dan apa yang udah saya lakukan dan bahasa yang terucap kepada wartawan Rezza dan Ricky, ” Ucapnya di dampingi kepolisian saat mediasi, Jum’at (19/7/24).
Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menganggap permasalahan dari kesalahfahaman yang terjadi pada hari Kamis kemarin sudah selesai.
Berikut Poin-poin dari kesepakatan yang ditandangani kedua belah pihak :
- Pihak pertama dan pihak kedua sepakat bahwa permasalahan tersebut diselesaikan dengan secara musyawarah dan kekeluargaan juga tidak akan berkelanjutan.
- Pihak pertama berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut kepada pihak kedua, bilamana pihak pertama melakukan perbuatan yang sama pada pihak kedua maka pihak pertama sanggup dituntut sesuai hukum yang berlaku.
- Jika dikemudian hari ada pihak lain mempermasalahkan pernyataan tersebut maka dianggap tidak benar karna permasalahan tersebut sudah diselesaikan.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Jonggol IPDA Sumiran SE., M.Pd mengatakan, terkait permasalahan yang terjadi di desa sukamaju pada (18/07/24) kemarin sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
” Kita sudah temui langsung kedua belah pihak dan telah menyelesaikan permasalahan ini dengan musyawarah dan kekeluargaan dan tidak berkelanjutan, “ucap Ipda. Sumiran.
“Saya berharap permasalah seperti ini tidak terjadi lagi dan terulang kepada siapapun, untuk usaha galian itu sendiri sudah kita tutup, ” tegas Ipda Sumiran.
*RR/Ns









