AKTUALITA.CO.ID _ Perhimpunan Rumah Sakit Swasta Indonesia (PERSSI) dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya adakan kegiatan halal bi halal pasca Hari Raya Idul Fitri 1445H, di Swiss – Berlin Hotel, di Jalan Raya Padjajaran Indah V RT.01/14 Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Rabu (1/5/24).
Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Halal Bi Halal PERSSI dan ARSSI Bogor Raya, dr. Mula Dharma mengatakan, kegiatan ini bagian dari silaturahmi antar para direktur rumah sakit swasta se-Bogor Raya.
Lebih lanjut dr. Mula sapaan akrabnya mengatakan, untuk undangan anggota PERSSI dan ARSSI kami total ada 50 lebih, namun yang hadir pada hari ini hanya sekitar 30 lebih jika dilihat dari daftar hadir yang ada.

” Kegiatan halal bihalal ini sepakat kita canangkan untuk ajang silaturahmi, selain anggota ARSSI dan PERSSI yang hadir, kami juga mengundang rekan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Kepala Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten Bogor, juga Kepala BPJS Kota dan Kabupaten Bogor,” terang Direktur RS.Ibu dan Anak Parung tersebut kepada Aktualita.co.id.
Sementara, Ketua PERSSI dr. Lanjar Sugiarto MARS mengatakan, ARSSI adalah bagian dari tubuh PERSSI itu sendiri. Adapun perhimpunan ini bagian dari wadah untuk rumah sakit swasta di wilayah Bogor Raya.
” Perhimpunan ini adalah wadah untuk rumah sakit swasta, baik dalam membahas aturan baru yang dimunculkan oleh pemerintah, maupun masalah yang dialami oleh rumah sakit itu sendiri, ” kata dr. Lanjar yang juga sebagai Direktur RS. Centra Medika Cibinong.
” Jadi, Jika Kemenkes ataupun BPJS sebagai mitra rumah sakit, jika ingin membuat aturan atau memunculkan aturan baru PERSSI pasti dilibatkan untuk itu,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Ketua ARSSI Bogor Raya dr. Yudi Iskandar MARS menjelaskan, ARSSI sendiri sudah terbentuk dari tahun 2017. Dibentuknya ARSSI tak lain untuk menyatukan dan memberikan wadah kepada rekan-rekan rumah sakit swasta.
” Dengan adanya wadah ini yang berada di bawah naungan PERSSI, kami bisa berdiskusi dengan dengan berbagai macam program dan aturan terkait kebijakan rumah sakit yang dibuat oleh Pemerintah,” cetusnya.
” Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak lagi khawatir jika ada sanak saudara yang sakit dan harus dimasukan kedalam rumah sakit swasta, karena saat ini RS swasta pun banyak melayani pasien BPJS,” pungkas Direktur rumah sakit Annisa tersebut.
*MR.Apit









