AKTUALITA.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, diduga mengalami maladministrasi. Puluhan ekor kambing yang dibeli menggunakan anggaran desa untuk pemberdayaan masyarakat dilaporkan sudah tidak berada di kandang dan diduga telah dijual.
Dugaan ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan dari warga setempat terkait pengelolaan aset desa.
Seorang warga Desa Selawangi berinisial N mengungkapkan, kandang kambing milik BUMDes yang berada di Kampung Nyengcle kini dalam kondisi kosong. Padahal sebelumnya kandang tersebut sempat diisi puluhan ekor kambing.
”Dulu ada kambingnya, cuma beberapa hari di kandang, namun saat ini sudah tidak ada. Menurut isu yang beredar itu dijual,” ujar N kepada Aktualita.co.id, di Kampung Nyengcle, Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Senin (2/3/2026).

Ia menyebutkan, sebelumnya jumlah kambing yang berada di kandang mencapai lebih dari 50 ekor, dan pengadaannya menggunakan anggaran tahun 2025.
”Sekarang sudah tidak ada satupun. Dan itu memakai anggaran tahun 2025 pembelian kambingnya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya berinisial W. Ia mengatakan kandang kambing tersebut baru dibangun beberapa bulan lalu, namun kini tidak lagi berisi ternak.
”Paling sekitar tiga bulan, pernah ada kambing, sekarang sudah tidak pernah terlihat lagi,” katanya.
Menurutnya, terakhir kali kambing terlihat beberapa bulan lalu, tidak lama setelah pembangunan kandang selesai.
”Sudah lama tidak kelihatan, lebih dari dua bulan. Awal-awal masih ada kambing, sekarang sudah tidak ada,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua BUMDes Selawangi Ahmad Hidayat mengaku tidak mengetahui kondisi terkini BUMDes, karena seluruh pengelolaan telah diambil alih oleh Kepala Desa Selawangi, Juhendi.
Ia menyatakan telah mengundurkan diri bersama sekretaris dan bendahara setelah menyerahkan seluruh keuangan BUMDes.
”Saya tidak tahu, BUMDes itu diambil alih oleh kepala desa. Bahkan saya tidak komunikasi dengan kepala desa sampai sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dana BUMDes termasuk anggaran untuk pembangunan kandang dan pengadaan kambing, telah diserahkan sepenuhnya kepada kepala desa.
”Setelah pencairan, saya diminta menyerahkan seluruhnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku tidak lagi dilibatkan dalam pengelolaan maupun perkembangan BUMDes. Bahkan, saat mencoba mencari informasi, ia tidak mendapatkan penjelasan.
”Justru saya mencari tahu tentang BUMDes juga tidak mendapat informasi,” katanya.
Berdasarkan pantauan Aktualita.co.id di lokasi pada Senin (2/3/2026), kandang kambing yang berada jauh dari pemukiman warga terlihat kosong tanpa satu pun ternak di dalamnya. Akses menuju kandang juga cukup sulit, bahkan kendaraan roda empat tidak dapat mencapai lokasi tersebut.
Saat konfirmasi kepada Kepala Desa Selawangi, Juhendi, belum membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan. Tim Aktualita.co.id juga mendatangi kantor desa, namun kepala desa tidak berada di tempat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Selawangi terkait dugaan hilangnya puluhan kambing milik BUMDes tersebut.
(Ret/Red)









