AKTUALITA _ Setelah menang telak dalam pertarungan Bupati dan Wakil Bupati Bogor melawan pasangan Bayu Syahjohan – Musyafaur Rahman dengan selisih raihan suara hampir 1 juta. Pasangan Rudy Susmanto – Ade Ruhandi masih belum bisa bernafas lega. Pasalnya meski sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor Pasangan Bupati terpilih justeru dipelototi oleh masyarakat untuk merealisasikan janji kampanye nya.
Seperti yang pernah disampaikan oleh salahsatu warga Rumpin, Gozali, Saat Rudy Susmanto berkampanye disana. Dirinya mengeluhkan dengan jalan yang dilalui jalur tambang dan diharapkan adanya Tol khusus jalur tambang diwilayah tersebut.
Bukan hanya kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan warga Rumpin. Fasilitas kesehatan yang masih tergolong minim pun menjadi salahsatu Pekerjaan Rumah (PR) bagi Bupati dan Wakil Bupati terpilih Rudy-Ade. Mengingat, warga dilokasi tersebut hanya mengandalkan RSUD Leuwiliang sebagai fasilitas kesehatan yang jarak tempuhnya lumayan jauh.
Begitupun dengan Program “ Ngantor di Desa “ yang pernah dipaparkan pada debat kedua di Gedung Metro TV beberapa waktu lalu, sangat ditunggu warga. Seperti yang pernah tercetus dari salahsatu warga di Kecamatan Ciomas, Ainun (33) dirinya sangat berharap program Ngantor di Desa betul-betul dilakukan bukan oleh Bupati terpilih bukan hanya sekedar pemanis saat masa kampanye saja.
“ Potensi desa banyak, dan kepala desa yang jarang ngantor juga banyak. Saya memang bukan aktivis dan bukan pemerhati juga, tapi sebagai warga yang melihat pampangan anggaran desa dengan jumlah miliaran namun kondisi desanya gitu-gitu aja itu patut menjadi pertanyaan,” cetusnya.
“ Jika benar direalisasikan program “Ngantor di Desa” mungkin bisa mengurangi kades-kades yang nakal, walaupun belum tentu bisa menghilangkan. Bukan trauma, tapi seperti yang sudah-sudah kadang kampanye itu hanya janji namun tak jua terealisasi,” tambahnya.
Tidak sampai disitu saja, dari rutinitas kampanye yang dilakukan Rudy-Ade sering kali menyindir soal pengangguran. Ucapan tersebut menjadi harapan bagi para pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Bogor. Seperti keluhan yang disampaikan Handi (28) salahsatu warga Kecamatan Gunung Putri mengeluhkan sulitnya lowongan kerja padahal dirinya tinggal di kawasaan industry.
“ Sebagai kaum muda, kita sering kali dijual untuk kebutuhan kampanye, janji dari pada mereka tak jarang memberikan harapan kepada kami. Terutama untuk kaum pengangguran yang tidak memiliki modal seperti saya,” tandas Andi.
Sulitnya lapangan pekerjaan untuk dia yang tinggal di wilayah industry kadang membuat dirinya heran, rekrutmen karyawan yang diambil alih oleh sekelompok orang membuat perusahaan tidak bisa berbuat apa-apa, dan disaat kami mengadu kepada pemerintah kami malah diberikan wejangan untuk berinovasi serta memiliki mental petarung tidak harus bekerja di perusahaan, tapi anak muda harus membuka lapangan kerja.
“ Kalimat tersebut mungkin berlaku untuk dia yang berasal dari kalangan inohong,dan untuk dia yang punya bapak pejabat. Tapi kalimat itu tidak berlaku untuk kami yang tidak didukung oleh modal untuk membuka usaha,” ujarnya.
“ Minimnya relasi dan ijazah juga menjadi factor kaum muda miskin menjadi tertinggal, mungkin hanya sebagian kecil dia yang beruntung bisa berubah. Oleh karena itu, dengan sudah dipercayakannya amanah kepada Bupati terpilih Rudy-Ade bisa memberiikan solusi kepada kaum muda yang menganggur dan tidak memiliki modal seperti kami,” tuturnya.
“ Akan kuanggap enggkau (Rudy-Ade) sebagai manusia setengah dewa jika bisa mengentaskan masalah pengangguran yang ada di Kabupaten Bogor. Khususnya kami di kawasan industri namun sullit mendapat kerja,” tutupnya.
(Moet)









