AKTUALITA.CO.ID _ Dalam rangka memperingati Hari Tata Ruang Nasional yang jatuh setiap tanggal 8 November mengikuti World Town Planning Day di seluruh dunia, Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan Talkshow Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2024 dengan tema One Spatial Planning Policy: Kunci Sukses Pembangunan Nasional Berkelanjutan.
Acara ini diselenggarakan di Aula Prona, Gedung Kementerian ATR/BPN (08/11/24) dengan menghadirkan berbagai narasumber untuk menjaring masukan tentang pengintegrasian ruang darat, laut, dan udara termasuk dalam bumi dalam satu dokumen Rencana Tata Ruang.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat dua isu besar tata ruang di Indonesia. Pertama, One Map Policy yang diangkat oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Indonesia baru saja menyelesaikan peta 1:5.000 di Pulau Sulawesi, harapannya ke depan dapat dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia.
“Saat ini di Indonesia sudah memiliki 541 RDTR dari total 2000 RDTR dan yang sudah terintegrasi OSS sebanyak 278 RDTR. Tugas kita lima tahun ke depan masih cukup panjang terutama agar RDTR dapat segera terselesaikan mencapai angka 2000,” tegas Nusron Wahid.
Isu kedua adalah tentang One Spatial Planning Policy. Seperti diketahui bahwa Rencana Tata Ruang masih terpisah-pisah akibatnya sering terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang. Gagasan One Spatial Planning Policy bertujuan untuk menyatukan satu tata ruang terpadu yang mencakup ruang darat, laut, udara, dan dalam bumi.
Penyelenggaraan Hari Tata Ruang Nasional tidak terlepas dari World Town Planning Days 2024 yang mengangkat tema “Homes Start with Planning”. Tema ini menyoroti pentingnya perencanaan dalam menciptakan perumahan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Tema ini juga menekankan peran perencana dalam menciptakan solusi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan ini Direktur Jenderal Tata Ruang, Dwi Hariyawan S menjelaskan bahwa peran perencana dalam pembangunan suatu wilayah menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan wilayah di masa depan dimana perencanaan ruang yang dapat mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif. Melalui produk rencana tata ruang akan memastikan pemanfaatan sumber daya secara berkeadilan dan berkelanjutan serta sebagai penghubung utama yang menyatukan kepentingan berbagai sektor dalam pembangunan suatu wilayah.
Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN terus berupaya maksimal mewujudkan One Spatial Planning Policy melalui penyediaan produk tata ruang yang berkualitas, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan digitalisasi perencanaan tata ruang yang terintegrasi. Ke depan diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak demi menguatkan peran pemerintah dalam roda ekonomi dan pembangunan bangsa sesuai falsafah ekonomi Pancasila.
One Spatial Planning Policy atau Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang merupakan pendekatan kebijakan tata ruang terpadu yang mencakup ruang darat, laut, udara, dan dalam bumi. Di tingkat nasional, One Spatial Planning Policy diwujudkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), yang memiliki cakupan wilayah seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sampai batas wilayah yurisdiksi.
RTRWN menjadi acuan kebijakan spasial nasional bagi rencana pembangunan dan rencana sektoral untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita. Perwujudan tersebut ditranslasikan pada perwujudan RTRWN sebagai kerangka kerja spasial nasional mendorong tercapainya sinkronisasi program-program prioritas nasional, pembangunan infrastruktur, serta kesesuaian dengan kondisi daya dukung lingkungan hidup.
Forum Talkshow yang dilaksanakan secara luring dan daring ini menghadirkan Rosiana Silalahi sebagai moderator serta turut mengundang 4 narasumber, diantaranya: Direktur Jenderal Planologi, Kehutanan, dan Tata Lingkungan, Kementerian Kehutanan, Herban Heryandana; Kepala Pusat Pengkajian Strategis Penelitian dan Pengembangan Tentara Nasional Indonesia, Jorry S. Koloay; Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Victor Gustaaf Manoppo; dan Koordinator Pengelolaan Wilayah Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin.
Selanjutnya turut hadir secara langsung tiga penanggap pada talkshow ini yaitu Ketua IAP Nasional, Hendricus Andy Simarmata; Wakil Ketua 1 ASPI, Umar Mansyur; dan Managing Director of WRI Indonesia, Arief Wijaya. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 orang secara luring dan 400 orang secara daring dengan menghadirkan berbagai peserta dari Kementerian Lembaga, Pemerintah Daerah, Asosiasi Profesi, Akademisi, BUMN, Pelaku Usaha, senior tata ruang dan Internal Kementerian ATR/BPN. (**)









