AKTUALITA.CO.ID _ Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi melaporkan perkembangan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak hari ini. Tercatat sebanyak 13 ribu kendaraan naik ke kawasan Puncak pada pagi hari.
“Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kemarin yang mencapai 22 ribu kendaraan pada jam yang sama,” kata AKBP Edwin Kepada aktualita.co.id, di Simpang Gadog, Puncak Kabupaten Bogor. Minggu (29/12/24).
Mulai siang hari pukul 12.00, Kata AKBP Edwin, arus kendaraan turun ke arah Gadog mencapai 16 ribu unit. “Edwin juga menyebutkan bahwa sekitar 15 ribu kendaraan masih berada di kawasan wisata Puncak, dengan total arus kendaraan yang naik kemarin mencapai 55 ribu, sedangkan kendaraan yang turun baru sekitar 40 ribu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Menuju pergantian tahun untuk mengantisipasi kepadatan pembatasan arus kendaraan roda empat menuju Puncak akan diterapkan mulai pukul 18.00.
“Setelah pukul 18.00, arus lalu lintas dari Ciawi menuju Gadog akan ditutup untuk kendaraan roda empat. Kemudian mulai pukul 21.00, kawasan Puncak akan diberlakukan Car Free Night guna menyiapkan ruas jalan bagi kendaraan yang akan turun menuju Gadog dan Jakarta setelah pergantian tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang akan meninggalkan kawasan wisata pada tengah malam,” jelasnya.
“Untuk hari ini, Rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil genap dan one way sudah diterapkan. Pada pagi hari, arus kendaraan yang naik menurun dibandingkan kemarin, sehingga fasilitas one way lebih difokuskan untuk kendaraan yang turun. Sistem one way dilakukan selama dua jam, tetapi durasi dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan,” tuturnya.
Menjelang pergantian tahun, AKBP Edwin mengimbau masyarakat yang berencana mengunjungi Puncak agar tetap waspada, terutama saat hujan.
“Jalanan di kawasan Puncak yang menurun dan menanjak bisa membahayakan jika terjadi hujan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan selalu prioritaskan keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, salahsatu pengendara roda empat Irwansyah (40) mengaku kesal karena tetap terkena one way meskipun sudah berusaha buru-buru. “Kesel banget, saya udah buru-buru ngejar waktu takut kena one way, malah kena juga. Mana nunggu one way lama lagi ber jam jam, mau nerobos takut bahaya, Mau ga mau harus nunggu ini, sambil ngebakso aja kita kita di gadog,” kata Irwansyah sambil mengunyah bakso, di Simpang Gadog.
Dirinya menyebut, ke wisata puncak untuk menghabiskan waktu luang libur bersama keluarga. “Mumpung libur lama anak juga sekolah masih libur jadi kita habiskan aja waktu ini dengan berlibur, sebelum masa waktu kerja dan anak sekolah kembali normal, kalo udah kerja anak masuk sekolah mah boro-boro mau liburan,” cetusnya.
“Kita memilih puncak ini karena memang dari taun-ketahun selalu ramai di kunjungi, dan apalagi katanya ada destinasi wisata baru mau kita coba aja,” tutupnya.
(rezza apit)









