AKTUALITA.CO.ID _ Bak sedang mengahadapi tsunami, pasca KPK bersilaturahmi hingga akhirnya turut mengamankan uang senilai Rp1,5 miliar dari lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kepanikan kalangan tertentu mulai terlihat dan seolah ingin menunjukan sesuatu untuk berharap pengakuan.
Pasalnya, setelah sprindik dari KPK dikeluarkan hingga naik menjadi penyelidikan, sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor langsung mendapatkan intruksi dari sang panglima untuk memasang status WhatsApp kinerja Pemimpin Daerah Bupati Rudy Susmanto.
”Assalamualaikum bapak dan ibu sekalian, punten mohon untuk memposting video-video ini (video kinerja Bupati Bogor) dan swa masing-masing, serta menyampaikan kesemua pelaksana atau staf untuk melakukan hal yang sama,” imbuh arahan dari sosok yang disebut panglima. Sabtu (23/08/26).
Menurut salah satu sumber yang bisa dipercaya dan juga seorang ASN mengatakan, dirinya mendapatkan intruksi yang sifatnya wajib.
”Wajib euy, terus di suru screenshoot (SS) bukti WA. Seperti sedang menghadapi kepanikan,” cetusnya sambil tersenyum. Minggu (23/8/26).
Saat ditanya sampai kapan status tersebut harus bertengger, dirinya menyebut sampai situasi aman.
”Sampai adem katanya,”tambahnya lagi.
Untuk diketahui, KPK mengamankan sejumlah uang yang berasal dari Bappenda Kabupaten Bogor sebesar Rp1,5 miliar dan memeriksa 6 orang dimana 4 diantaranya pejabat Kabupaten Bogor.
”Sprindik umum sudah turun, dan masih kami kejar. Yang pasti kasus ini naik dan sedang didalami, mohon waktu untuk proses selanjutnya,” ungkap juru bicara KPK Budi Prasetyo . Sabtu (23/8/26) dinihari.
(dd/bl/nay)
AKTUALITA.CO.ID — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta para kepala daerah mengubah cara pandang dalam merancang pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi,...
Read moreDetails









