AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, memastikan seluruh desa di wilayahnya telah menyelesaikan tahapan Musyawarah Desa (Musdes) semester pertama tahun 2025. Musdes tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penyusunan rencana kerja pemerintahan desa untuk semester selanjutnya.
“Alhamdulillah, seluruh desa di Kecamatan Babakan Madang sudah menyelesaikan Musdes semester pertama. Termasuk Desa Sumur Batu hari ini,” Ucap Kasipem Kecamatan Babakan Madang, Wahyudin, S.AP., M.A., saat memberikan sambutan dalam Musdes Desa Sumur Batu. Kamis (24/7/25).
Menurutnya, evaluasi ini menjadi penentu langkah strategis desa dalam melaksanakan rencana pembangunan, utamanya dalam menyerap dan mengelola Dana Desa secara optimal. Wahyudin menyebut pelaksanaan Musdes tahun ini berjalan baik dan penuh partisipasi masyarakat.
“Kami minta semua pihak desa, termasuk RT, RW dan tokoh masyarakat, mencermati kembali kebutuhan warganya. Tidak hanya terpaku pada pembangunan Infrastruktur, tapi juga soal kualitas SDM,” tegas Wahyudin.
Senada dengan itu, Pendamping Desa Kecamatan Babakan Madang, Ahmad Jaeni, menyampaikan bahwa sebagian besar desa masih mendominasi usulan kegiatan fisik, seperti jalan lingkungan, betonisasi, dan pengaspalan. Padahal, katanya, desa-desa di Babakan Madang sudah menyandang status desa mandiri.
“Masih banyak yang mengusulkan pembangunan fisik. Padahal kami selalu dorong agar program pemberdayaan juga dimasukkan, seperti pelatihan keterampilan, kewirausahaan, termasuk pasca lulus SMA,” ujarnya.
Jaeni menambahkan, pada tahap pertama Dana Desa, 60 persen anggaran sudah dicairkan untuk berbagai kegiatan seperti ketahanan pangan dan penyaluran bantuan langsung tunai. Pencairan tahap dua akan dilakukan setelah laporan realisasi Musdes disampaikan.
Ia memastikan pelaksanaan Musdes dilakukan secara transparan. “RT, RW, semua ikut tahu dan melihat langsung hasil-hasil kegiatan fisik. Bahkan sebagian sudah terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Meski usulan pembangunan infrastruktur masih mendominasi, pihak kecamatan terus mendorong agar desa menyusun program yang menyentuh peningkatan kapasitas masyarakat.
“Pembangunan manusia itu penting. Karena jalan bisa habis dibangun, tapi kalau SDM-nya lemah, dampaknya tidak berkelanjutan,” pungkas Jaeni.
Sebagai informasi, Kecamatan Babakan Madang membawahi sembilan desa, yaitu: Sentul, Kadumangu, Cipambuan, Citaringgul, Babakan Madang, Sumur Batu, Karang Tengah, Bojong Koneng, dan Cijayanti. Hasil Musdes dari masing-masing desa ini akan menjadi dasar penyusunan RKPDes dan dokumen perencanaan pembangunan desa tahun anggaran berikutnya.
Arsyit Syarifudin









