AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengadakan pertemuan dengan para pimpinan perusahaan penyedia layanan kabel optik menyusul insiden kecelakaan yang menimpa seorang anggota kepolisian.
Diketahui, Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat kabel telekomunikasi yang putus dan melintang di jalur provinsi, tepat di depan Desa Gunung Putri.
Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri menyampaikan bahwa, hampir seluruh undangan perwakilan perusahaan hadir dalam pertemuan tersebut. “Tadi hampir seluruh undangan dihadiri oleh pihak perusahaannya dan telah melakukan kesepakatan untuk perbaikan ke depan. Kita juga telah membuat berita acara yang sudah ditandatangani bersama, dan hadir pula Ketua Asosiasi APJATEL Kabupaten Bogor,” kata Daman Huri di Kantor Desa Gunung Putri. Rabu (30/04/25).
Lebih lanjut, Daman menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara pemerintah desa dan APJATEL guna memastikan jalur telekomunikasi yang melintasi wilayah Desa Gunung Putri dapat tertata dengan baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari 15 perusahaan penyedia layanan yang beroperasi di jalur provinsi wilayah Desa Gunung Putri tidak satu pun yang tercatat memiliki dokumen izin resmi di desa tersebut.
“Karena itu, salah satu hasil kesepakatan hari ini adalah agar semua perusahaan menyerahkan dokumen perizinan kepada Desa Gunung Putri. Ini penting agar memudahkan pengawasan dan penanganan bila terjadi masalah,” jelasnya.
Daman juga berharap lima rekomendasi hasil musyawarah, termasuk penataan kabel yang semrawut di sepanjang jalan provinsi, dapat segera direalisasikan. “Kami akan mengapresiasi jika para provider bekerja sama dalam merapikan kabel-kabel tersebut. Pemdes siap mendukung dan memberi pengawalan agar jalur ini terlihat lebih indah dan sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Daerah APJATEL Kabupaten Bogor-Depok Mauliana AA, mewakili seluruh provider yang asetnya melintasi wilayah Desa Gunung Putri, menyatakan komitmennya terhadap hasil pertemuan tersebut.
“Saya menyetujui hasil pertemuan hari ini dan akan menindaklanjuti, khususnya terkait penataan ulang kabel yang mengganggu jalan. Kami juga akan menemui pihak korban dan bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujarnya.
Mauliana juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapat dukungan dari Bupati Bogor untuk program penurunan kabel ke bawah tanah sebagai langkah antisipatif. “Ada 12 titik di Kabupaten Bogor yang akan diturunkan kabelnya. Kami menunggu program berjalan dan pengajuan resmi dari pemerintah desa ke pihak PUPR,” katanya.
Terkait perizinan, Mauliana menyatakan bahwa semua provider anggota APJATEL akan segera mengurus perizinan secara lengkap, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun desa.
“Untuk perijinan nanti saya akan kordinasika kepada operator yang ikut Asosiasi penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk segera mengurus ijinnya, ijin kota, ijin nasional, dan ijin provinsi sampe perijinan daerah – daerah semua,” pungkasnya.









