AKTUALITA.CO.ID – Sebuah kabar duka menyelimuti warga Kampung Momonot, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Seorang perempuan berinisial L (40) ditemukan tak bernyawa di kediamannya pada Kamis (12/2/2026) pagi. Korban yang diketahui hidup dalam keterbatasan mental dan tinggal seorang diri itu diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kejadian memilukan ini pertama kali terendus saat suasana kampung masih remang, sekitar pukul 04.00 WIB. Ketua RT setempat, Iwan Sutisna, menceritakan bahwa keramaian warga di depan rumahnya menjadi pertanda adanya musibah yang menimpa salah satu warganya.
“Awalnya subuh-subuh itu sudah ramai di depan rumah saya. Setelah saya cari tahu ke lokasi, ternyata ada warga yang meninggal dunia,” ujar Iwan saat memberikan keterangan kepada Aktualita.co.id.
Kisah penemuan jenazah L bermula dari kepedulian seorang warga yang bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama ini, saksi tersebut memang rutin memberikan perhatian berupa antaran makanan kepada korban.
Pagi itu, saksi menaruh curiga saat melihat pintu rumah L sedikit terbuka. Namun, saat hendak menyapa, ia justru mendapati pemandangan yang menyayat hati. L ditemukan sudah dalam kondisi kaku tergantung di dalam rumahnya.
Bagi warga sekitar, L memang dikenal sebagai sosok yang sering berjalan-jalan keliling kampung. Meski memiliki kakak dan adik yang tinggal tepat di sebelah rumahnya, L memang lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tersebut.
Kabar ini pun segera sampai ke telinga pihak kepolisian. Ketua Paguyuban Sopir Ambulans Kecamatan Gunung Putri, Abdul Qodir, menyebutkan bahwa dirinya menerima koordinasi langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Tlajung Udik, Pak Ari.
“Saya mendapat laporan ada warga yang meninggal dalam keadaan gantung diri menggunakan kain di kusen kamar,” jelas Abdul Qodir.
Ia pun sempat mendampingi proses evakuasi di lokasi kejadian. Namun, pihak keluarga memutuskan untuk tidak membawa jenazah ke rumah sakit. Mereka telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak proses autopsi.
“Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Jadi jenazah tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan langsung dimandikan dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” tambahnya.
Kini, peristiwa tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Tragedi ini menjadi pengingat pilu bagi lingkungan sekitar untuk lebih peka dan memberikan pengawasan ekstra kepada anggota keluarga atau tetangga yang memiliki keterbatasan mental maupun tekanan psikologis, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
(Pandu)









