AKTUALITA.CO.ID – Maraknya kemunculan oknum penagih utang atau yang kerap disebut mata elang (matel) di wilayah hukum Polsek Citeureup membuat masyarakat resah. Menanggapi situasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Citeureup memastikan telah melakukan berbagai upaya penertiban.
Kanit Reskrim Polsek Citeureup AKP Rustami mengatakan bahwa pihaknya sudah berulang kali menggelar razia terhadap para penagih utang di wilayahnya.
“Sudah kita lakukan razia,” ujar AKP Rustami saat dikonfirmasi Aktualita.co.id melalui telepon seluler, Kamis (20/11/25).
Ia menegaskan bahwa dalam razia sebelumnya, polisi telah memberikan imbauan tegas kepada para penagih utang agar tidak melakukan penarikan kendaraan di jalan raya.
“Saat razia juga kami mengimbau kepada para penagih utang atau matel untuk tidak menarik kendaraan di jalan. Harus menggunakan prosedur dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Rustami menambahkan, Polsek Citeureup akan menindaklanjuti setiap keluhan dari masyarakat terkait keberadaan mata elang yang dinilai meresahkan.
“Tentu kepolisian sektor Citeureup akan menindaklanjuti atas keluhan dan laporan masyarakat. Demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dan pengendara di wilayah hukum Polsek Citeureup agar tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, tindakan tegas akan diberikan apabila ditemukan adanya penarikan kendaraan yang dilakukan tidak sesuai prosedur.
“Kalau memang terjadi penarikan kendaraan di jalan, kita akan tindaklanjuti dan memberikan tindakan tegas,” tegasnya.
Sebelumnya, kehadiran mata elang semakin meresahkan warga Kecamatan Citeureup. Para oknum ini kerap memberhentikan pengendara secara tiba-tiba, sehingga menimbulkan rasa tidak aman di jalan.
Pantauan Aktualita.co.id pada Kamis (20/11/25) memperlihatkan sekelompok pria yang diduga mata elang memberhentikan seorang perempuan pengendara motor di kawasan Leuwinutug, Citeureup. Aksi tersebut sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Seorang warga berinisial M (54) mengaku bahwa para penagih ini semakin sering terlihat dan biasanya beroperasi secara berkelompok.
“Dulu mah nggak ada matel. Sekarang makin banyak, bang. Kadang 3 sampai 4 motor, 6 orang. Ngeberhentiin motor terus dibawa,” ujarnya.
Dengan meningkatnya keresahan warga, Polsek Citeureup menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan serta memberikan tindakan tegas kepada oknum yang melanggar aturan.
(Rz)









