AKTUALITA.CO.ID – Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan nasional, Polsek Citeureup Polres Bogor Polda Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan penanaman jagung hibrida di kawasan lahan pertanian Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Sabtu (01/11/25).
Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif antara Polsek Citeureup, pihak Kecamatan Citeureup, TNI, APDESI Kecamatan Citeureup, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta melibatkan para kepala desa dan petani lokal.
Kapolsek Citeureup Kompol Eddy Santosa mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung visi besar pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami dari Polsek Citeureup Polres Bogor Polda Jabar bekerja sama dengan HKTI dan seluruh kepala desa di Kecamatan Citeureup. Hari ini kami melaksanakan penanaman jagung hibrida di lahan seluas satu hektare. Lahan di sini masih luas, dan ke depan akan terus kita kembangkan,” ujar Kompol Eddy Santosa.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama antara Polsek Citeureup, HKTI, dan para kepala desa di wilayahnya untuk merealisasikan target “Satu Desa Satu Hektare” penanaman jagung hibrida.
“Insyaallah target satu desa satu hektare akan terpenuhi. Satu hektare lahan dapat menampung 15 hingga 20 kilogram benih jagung. Jagung hibrida ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya bisa digunakan untuk pakan ternak, bahan industri tepung, serta menjadi sumber pangan yang strategis untuk ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Selain itu, Kompol Eddy juga menyampaikan bahwa proses panen jagung hibrida dapat dilakukan dalam waktu 90 hingga 100 hari setelah tanam. Polsek Citeureup bersama HKTI telah menyiapkan mekanisme kerja sama dengan Bulog untuk memastikan hasil panen terserap dengan baik.
“Ketika panen nanti, kami sudah berkolaborasi dengan Bulog. Jagung hasil panen para petani akan dijual ke Bulog, dan kami akan mengawal proses penjualan hingga tuntas agar petani benar-benar mendapatkan hasil yang layak,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris HKTI Kabupaten Bogor yang juga Kepala Desa Tarikolot H. Wawan Kurniawan menyambut baik sinergi ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kami sangat mendukung program pemerintah pusat. Di Desa Tarikolot, kami terus mengedukasi para petani agar beralih menanam jagung hibrida. Dari sisi ekonomi, jagung hibrida memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan komoditas lain,” ungkap H. Wawan.
Ia menambahkan, sebelumnya banyak petani yang ragu menanam jagung hibrida karena khawatir hasil panen tidak terserap pasar. Namun, dengan adanya jaminan pembelian dari Bulog serta pendampingan dari Polri dan HKTI, kini para petani mulai percaya diri dan termotivasi.
“Sekarang sudah ada jaminan dari Bulog yang akan menampung hasil panen. Alhamdulillah, para petani mulai semangat dan kami berharap mereka bisa semakin sejahtera,” tutupnya.
Melalui program ini, Polsek Citeureup bersama para pemangku kepentingan berharap ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor dapat terus meningkat, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan makmur di bidang pangan. (Rz)









