Aktualita.co.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar VI Kabupaten Bogor Doni Maradona Hutabarat menggelar Reses III Masa Sidang 2024–2025 di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Senin (21/07/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Doni mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Saat ini kita mendengarkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujar Doni.
Menurut Doni, Salah satu isu utama yang mencuat adalah banyaknya lahan milik warga yang masuk dalam klaim kawasan hutan. Menurut laporan warga, penetapan kawasan hutan dilakukan pada tahun 2014, sedangkan keberadaan desa sudah ada jauh sebelum penetapan tersebut dilakukan.
“Langkah ke depan, kita mengajak semua instansi terkait untuk duduk bersama mendiskusikan hal ini. Karena setiap instansi memiliki kewenangan masing-masing, terkait lahan ada ATR/BPN, terkait kawasan hutan ada Kementerian Kehutanan, dan kalau desa masuk ke kawasan hutan juga melibatkan Kementerian Desa. Ini harus diurus secara kolektif dengan melibatkan semua pihak,” tegas Doni.
Ia menekankan bahwa perlu penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui di mana letak permasalahannya, serta pentingnya mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kita harus prioritaskan kehidupan masyarakat dibanding yang lain,” tuturnya.
Doni juga menyinggung persoalan kebijakan, di mana menurutnya, pendidikan berbasis Inpres justru kalah dengan keputusan menteri. “Inpres itu dikalahkan oleh keputusan menteri. Itu jelas menyimpang dari aturan. Mereka melakukan tindakan tanpa pengecekan ke lapangan terlebih dahulu. Seharusnya mereka turun dulu ke bawah sebelum melakukan penetapan,” ujarnya.
“Harapannya, kalau masyarakat sudah lebih dulu tinggal di wilayah itu, maka seharusnya wilayah tersebut dikeluarkan dari kawasan hutan sesuai dengan amanat UUD,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi Budiyanto menegaskan bahwa pihak DPRD Provinsi Jawa Barat telah menerima berbagai aspirasi masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, pihak sekolah, pemuda.
“Seluruh hasil reses ini akan dibawa oleh dewan dan diperjuangkan ke kementerian terkait di Jakarta,” ujar Budiyanto.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada pertemuan langsung dengan Menteri Desa. “Untuk Menteri Desa, alhamdulillah kami secara pribadi sudah bertemu langsung di rumah Bang Andian di Menteng. Kami menunggu sekitar satu setengah jam, dan pada hari Senin kemarin saya juga sudah mendatangi Kementerian secara langsung. Surat juga sudah disampaikan,” jelasnya.
Budiyanto menyebutkan bahwa Menteri Desa dijadwalkan akan berkunjung ke Desa Sukawangi pada awal Agustus mendatang untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
“Kunjungan itu juga akan menjadikan Desa Sukawangi sebagai contoh atau perwakilan dari berbagai desa lain dari total 25.863 desa se-Indonesia. Harapan saya, jika persoalan di Desa Sukawangi ini selesai, maka 25.823 desa lainnya juga Insya Allah akan lebih mudah diselesaikan, khususnya yang berada di Kabupaten Bogor,” paparnya.
Menurutnya, saat ini ada tekanan untuk mempercepat penyelesaian, mengingat di Kabupaten Bogor sendiri terdapat sekitar 30 desa yang menghadapi persoalan serupa. “Saat ini, data-datanya sedang didaftarkan dan dikumpulkan. Minggu depan, Insya Allah, akan mulai ditindaklanjuti,” katanya.
Budiyanto juga menegaskan bahwa meskipun wilayah tersebut masih berstatus kawasan hutan khusus, pihaknya terus memperjuangkan agar status tersebut segera berubah.
“Untuk urusan perpajakan, kemarin saya juga sudah berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bogor melalui Pak Sekda. Bahwa untuk pajak PBB, itu tetap harus disetorkan guna memperkuat pendapatan daerah. Artinya, pajak masih berjalan sampai saat ini, meskipun wilayah tersebut masih diklaim sebagai kawasan Perhutani,” tutupnya.
Rz









