AKTUALITA.CO.ID – Kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Doni Maradona Hutabarat ke Kampung Tarikolot, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, disambut antusias warga. Kamis (24/7/25).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi dilontarkan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan pendidikan yang mendesak.
Salah satu warga Toto menyampaikan keluhannya terkait jalan rusak sepanjang 300 meter yang belum kunjung diperbaiki. Selain itu, ia menyoroti minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah tersebut yang berdampak pada meningkatnya kenakalan remaja.
“Di kampung kami masih ada jalan rusak seperti yang disampaikan ibu tadi, sepanjang 300 meter. Kurangnya PJU menyebabkan jalanan gelap dan rawan. Kami juga sangat membutuhkan tambahan sekolah SMA negeri di Citeureup. Saat ini sekolah swasta lebih banyak, dan itu menjadi kendala bagi warga yang kurang mampu,” ungkap Toto.
Ia berharap agar DPRD Provinsi Jawa Barat dapat mendorong pemerintah menambah sekolah negeri di wilayah tersebut. “Kami ingin anak-anak kami mendapatkan pendidikan yang layak. Kalau harus masuk sekolah swasta, banyak orang tua yang kesulitan secara ekonomi,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi warga Doni Maradona Hutabarat menjelaskan bahwa perbaikan jalan desa semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mendorong adanya bantuan keuangan dari provinsi.
“Karena jalan itu statusnya jalan desa, sebaiknya disampaikan saat musyawarah desa atau musrenbang. Tapi kalau di provinsi masih ada anggaran bantuan keuangan untuk desa, akan saya perjuangkan,” ucap Doni.
Terkait masalah PJU, Doni menyebut bahwa tahun ini sudah ada program dari provinsi, namun jumlahnya terbatas. “Silakan nanti berkoordinasi dengan saya atau tim saya. Tapi karena kita harus berbagi untuk desa lain juga, maka akan kita prioritaskan dan sesuaikan agar adil,” jelasnya.
Mengenai minimnya SMA Negeri di Citeureup, Doni mengakui bahwa hal ini merupakan persoalan serius di Kabupaten Bogor. Ia pun mencontohkan perjuangannya dalam mendirikan SMA Negeri 3 Jonggol yang selama ini harus menumpang di sekolah lain.
“Jumlah penduduk Kabupaten Bogor sangat besar, tapi jumlah sekolah tidak sebanding. Ini sedang saya perjuangkan. Bahkan saya berpikir apakah dana pokok pikiran (pokir) DPRD milik saya bisa digunakan untuk pembangunan sekolah dijadikan langsung satu sekolah, ini sednag saya pikirkan dan saya kaji,” ujarnya.
Doni menegaskan akan membawa seluruh aspirasi warga ke tingkat yang lebih tinggi. “Keluhan ibu bapak akan saya bawa dan perjuangkan. Mohon dukungan dan doa agar masalah-masalah di Citeureup ini bisa saya kawal dan terealisasi ke depannya,” pungkasnya.
Reses ini menjadi bukti nyata peran anggota legislatif dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung serta mencari solusi bersama demi peningkatan kualitas hidup warga.
(rezza)









