AKTUALITA.CO.ID – Sandiwara yang dimainkan seorang sopir ekspedisi bernama Dasan berakhir pahit di jeruji besi. Dasan awalnya melapor ke Polsek Cileungsi sebagai korban begal sadis di wilayah Mekarsari. Namun, setelah diinterogasi mendalam, luka-luka di dahinya ternyata hanyalah “rias” untuk menutupi aksi penggelapan ratusan karton susu milik perusahaannya sendiri.
Kasus ini bermula saat Dasan mendatangi Mapolsek Cileungsi pada Senin (2/3/2026) siang. Dengan wajah memelas, ia mengaku dicegat empat orang tak dikenal saat sedang memperbaiki ban mobil yang kempis pada pukul 03.00 WIB dini hari.
“Pelaku melapor dipukul menggunakan gagang kunci roda hingga jidatnya luka. Dia mengklaim ratusan karton susu full cream yang dibawanya dirampas begal,” ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, kepada Aktualita.co.id, Selasa (3/3/2026).
Niat hati ingin menipu polisi, Dasan justru terjebak dengan ceritanya sendiri. Penyidik Unit Reskrim Polsek Cileungsi merasa ada yang janggal saat melihat luka di dahi Dasan yang tidak sinkron dengan pengakuannya yang dihantam benda keras.
Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan intensif, nyali Dasan menciut. Ia akhirnya mengaku bahwa aksi pembegalan itu hanyalah rekayasa yang sudah direncanakan matang.
“Yang bersangkutan mengakui laporan itu palsu. Susu-susu tersebut sebenarnya sudah ia pindahkan ke kendaraan lain untuk dijual secara gelap. Laporan begal itu hanya supaya perusahaan tidak curiga,” jelas Kompol Edison.
Total barang yang digelapkan mencapai 285 karton susu kemasan dengan taksiran kerugian mencapai Rp50 juta. Kini, Dasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolsek Cileungsi.
Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu Dasan mengangkut ratusan karton susu tersebut ke “penadah”.
“Pelaku sudah kami tahan. Kami ingatkan masyarakat agar jangan coba-coba membuat laporan palsu, karena tim penyidik punya cara untuk membuktikan kebenaran di lapangan,” pungkas Kapolsek.
(Pandu)









