AKTUALITA.CO.ID _ Selain normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas, upaya pengendalian banjir lainnya yang direncanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum adalah pembangunan delapan kolam retensi yang mampu menampung air sekitar 6,3 juta m³.
Menurut Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas), Puarman, ada empat calon kolam retensi yang efektif mengendalikan banjir. Lokasinya berada di Tlajung Udik 1 dan Tlajung Udik 2 (keduanya di Kabupaten Bogor) yang mampu memarkir air 2,6 juta m³.
Kemudian di Kec. Bantar Gebang di Kota Bekasi dengan kapasitas 1 juta m³, dan Kemang Pratama, Kec. Rawa Lumbu, juga di Kota Bekasi, sebanyak 2 juta m³.
“Kami meminta percepatan pembangunan Kolam Retensi Tlajung Udik Bogor karena dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan,” ujar Puarman, Sabtu (7/3/26).
Puarman mengatakan, Kolam Retensi Bantar Gebang dan Long Storage Kemang Pratama di Kota Bekasi hendaknya juga segera dibangun setelahnya.
Belajar dari keberhasilan upaya pengendalian banjir 11 Februari 2026 akibat kenaikan TMA (Tinggi Muka Air) sungai Cileungsi, Puarman meyakini pembangunan kolam retensi perlu dipercepat untuk pencegahan banjir.
Sementara, Maulana (27) salah satu warga Desa Tlajung Udik berpesan kepada pemerintah terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang bertanggungjawab atas proyek penngendalian banjir di Tlajung Udik.
“Mulai dari keselamatan, proses pembangunan dan gant rugi lahan jangan sampai jadi polemic seperti di daerah lain,” pinta Maulana.
Selain itu, kata dia, BBWS juga diminta untuk kordinasi dengan Pemerintah Desa Tlajung Udik terkait tenaga kerja.
“Paling tidak warga sini (tlajung udik) merasakan dampak proyek pemerintah, diberikan kami ruang untuk ikut bekerja,” singkatnya
(NS)









