Aktualita.co.id – Setelah penantian panjang dan berbagai upaya administrasi, Situ Tlajung Udik di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya mulai direvitalisasi. Proyek ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terdampak banjir akibat pendangkalan dan meluapnya air setu.

Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya proses revitalisasi tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak desa sudah bersurat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setahun yang lalu, dan kini permohonan itu akhirnya mendapatkan respons.
“Alhamdulillah, setelah setahun yang lalu kami bersurat ke BBWS dan pihak lainnya, sekarang akhirnya ditanggapi. Saya sangat bersyukur karena revitalisasi ini dapat mengantisipasi banjir seperti kemarin-kemarin, di mana air meluap dan merendam rumah warga akibat setu yang dangkal,” ujar Yusuf Ibrahim kepada aktualita.co.id di ruang kerjanya, Rabu (23/07/25).
Meski proyek sudah berjalan, Yusuf menjelaskan bahwa pihak desa masih menunggu turunnya Detail Engineering Design (DED) dari pihak pengembang. DED ini akan menjelaskan secara teknis luas area dan pekerjaan yang akan dilakukan dalam proses revitalisasi.
“Kami sedang menunggu DED dari pihak BBWS, rencananya tiga sampai empat hari ke depan akan diserahkan ke pihak pengembang atau kontraktor. Dari surat yang kami terima dari kementerian, programnya mencakup revitalisasi, pembangunan turap, jogging track, dan beberapa poin lainnya,” jelasnya.
Yusuf menjelaskan, berdasarkan data sertifikat pengukuran tahun 2016, luas Situ Tlajung Udik diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Revitalisasi akan mencakup dua sisi situ baik yang berada di kiri maupun kanan jalan yang kini memisahkan kawasan setu tersebut.
“Dulu situ ini menyatu, tapi sekarang sudah terpisah karena ada jalan di tengahnya. Meski begitu, secara administratif dan geografis masih satu, yaitu Situ Tlajung Udik,” jelas Yusuf.
Sementara itu Firman salah satu warga Desa Tlajung Udik menyambut positif pelaksanaan revitalisasi. Menurutnya, kondisi setu sebelumnya sudah sangat dangkal dan menjadi penyebab utama banjir yang kerap merendam rumah-rumah warga.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai didalami lagi setunya. Kami sebagai warga sangat berharap revitalisasi ini bisa mencegah banjir seperti sebelumnya. Semoga tidak terjadi lagi,” ujar Firman dilokasi pekerjaan.
Perlu di ketahui, Pekerjaan revitalisasi Situ Tlajung Udik ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Proyek dikerjakan oleh PT Madya Perdana Prima sebagai pelaksana, dengan pengawasan dari konsorsium PT Dinar Rianda Consultant KSO PT Ika Adya Perkasa.
Total anggaran proyek mencapai Rp 13.700.963.332,02 dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.









