AKTUALITA.CO.ID _ Program “TKSK Goes to Bali” yang melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menuai sorotan tajam dari sejumlah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang tergabung dalam Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Mereka mempertanyakan relevansi dan tujuan dari kegiatan tersebut, yang dinilai tidak sesuai dengan tugas dan fokus kesejahteraan sosial yang selama ini mereka jalankan.
Salahsatu PSM, WN (35) menyatakan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan wisata ke Bali seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan layanan sosial yang langsung berdampak pada masyarakat. Dan ia menilai, program tersebut justru mengalihkan perhatian dari kebutuhan riil di lapangan.
“Saya rasa anggaran dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial harus lebih fokus pada pelatihan atau pengembangan keterampilan di bidang kesejahteraan sosial. Kegiatan yang langsung bisa memberi dampak positif di masyarakat, bukan sekadar perjalanan wisata,” ungkapnya.
Selain itu, PSM tersebut juga menyoroti fakta bahwa dana yang digunakan untuk program “TKSK Goes to Bali” berasal dari anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi PSKS. “Dananya menyerap dari PSKS yang dipakai, sedangkan PSKS yang berhak menggunakan anggaran tersebut tidak tersentuh,” tambahnya.
PSM juga meminta adanya klarifikasi dan transparansi terkait tujuan serta manfaat dari program tersebut. Mereka berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang liburan, tetapi dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas atau pengetahuan yang aplikatif di lapangan.
Sementara itu, aktivis pemuda Kabupaten Bogor Nurdin Ruhendi, turut memberikan pandangannya terkait program tersebut. Ia menyarankan bahwa jika memang ada tujuan khusus terkait studi banding ke Bali, seharusnya ada point yang jelas dan bermanfaat.
“Jika memang ada tujuan tertentu untuk studi banding ke Bali, harus ada point yang jelas. Jangan hanya sekadar jalan-jalan, ada isu apa yang dibawa dan apa yang bisa diterapkan setelahnya,” ujarnya.
Nurdin juga menegaskan bahwa dengan kondisi Kabupaten Bogor yang masih menghadapi tantangan besar, seperti pengangguran dan kemiskinan, Dinas Sosial seharusnya lebih memfokuskan anggaran untuk penanganan masalah sosial di daerah daripada mengalokasikan dana untuk perjalanan jauh ke Bali.
“Fokuskan dulu pada sektor kesejahteraan sosial di Kabupaten Bogor. Masih banyak masalah yang harus diatasi di sini,” tegasnya.
Nurdin berharap agar seluruh program dan anggaran yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor dapat tetap sejalan dengan misi utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, terutama di Kabupaten Bogor yang lebih dikenal dengan julukan Bumi Tegar Beriman.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, belum memberikan klarifikasi resmi terkait program “TKSK Goes to Bali” dan alasan di balik kegiatan tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon.
(rezza apit)









