Aktualita.co.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan. Salah satu SDN 6 Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, yang mengalami longsor pada bagian turap sekolah dan membuat kerusakan di beberapa bangunan sekolah.
Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri menyatakan bahwa longsor yang menimpa SDN 6 ini merupakan bencana paling mendesak yang perlu segera ditangani.
“Bencana yang paling urgent ini adalah longsornya turap SD Negeri 6 Gunung Putri,” ujar Daman Huri kepada Aktualita.co.id, Rabu (09/07/25).
Ia menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut berada di kontur tanah yang lebih tinggi, dan longsoran kini sudah menjalar ke bagian bawah, bahkan menyebabkan retakan yang cukup luas di area sekolah.
“Di bawah sekolah itu ada tiga bangunan rumah warga. Kami sangat khawatir, jika tidak segera ditangani, longsoran ini bisa menimpa tiga rumah dan menyebabkan korban,” ungkapnya.
Sebagai langkah cepat, pihak desa telah mengambil sejumlah tindakan darurat. Daman Huri menyebutkan pihaknya sudah mengirimkan laporan serta dokumentasi berupa video ke Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, hingga instansi-instansi terkait seperti PUPR, DKPP, Dinas Sosial, dan dinas-dinas lainnya.
Selain itu, di lokasi terdampak sudah dibangun Pos Komando Darurat (Poskodal) yang dijaga oleh tim Destana (Desa Tangguh Bencana) Gunung Putri. Bahkan dapur umum juga telah disiapkan untuk membantu warga yang siaga di sekitar lokasi bencana.
“Kami bergerak cepat. Pos komando sudah berdiri, dapur umum juga sudah kami operasikan dengan dukungan penuh dari tim penggerak PKK dan Destana. Logistik seperti makanan, minuman, hingga kopi sudah tersedia di sana,” terangnya.
“Kami mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi longsor susulan yang masih tinggi,” himbaunya.
Sementara itu, Hendra warga Desa Gunung Putri berharap pemerintah segera turun tangan agar kekhawatiran warga tidak semakin meluas.
“Longsor ini belum bisa ditangani karena di bawahnya ada rumah warga. Kami khawatir jika tidak ditangani dengan hati-hati, justru akan memperparah kerusakan,” kata Hendra.
“Apalagi sebentar lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dimulai. Kami khawatir jika tidak ada tindakan konkret, proses KBM akan terganggu dan anak-anak tidak bisa belajar dengan aman,” jelasnya.
Warga mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan penanganan darurat sebelum dampak longsor semakin meluas dan membahayakan keselamatan warga serta siswa-siswi di SDN 6 Gunung Putri.
(Rz2)









