AKTUALITA.CO.ID – Keinginan warga Kecamatan Jonggol untuk memiliki universitas negeri di wilayah mereka semakin kuat. Hal ini disampaikan oleh seorang warga berinisial A (50) dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II di Kecamatan Jonggol, Selasa (18/02/225).
“Kita ingin di Jonggol ini memiliki universitas negeri agar warga kecamatan Jonggol bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus pergi jauh,” kata A.
Ia menambahkan bahwa keberadaan universitas negeri di Jonggol sangat penting untuk masa depan anak-anak di wilayah tersebut.
“Saat ini, warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri harus keluar dari wilayah Jonggol, yang tentu menjadi kendala tersendiri. Maka itu kami berharap agar secepatnya universitas negeri itu ada di jonggol,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar mengungkapkan dukungannya terhadap rencana pembangunan Universitas IPB di Jonggol. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan akses gerbang pintu timur untuk jalur menuju kawasan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kecamatan Jonggol.
“Terkait masalah pendidikan, saya ingin sampaikan bahwa kita harus mendorong agar perguruan tinggi ini cepat dibangun. Apalagi, rencana ini sudah dicanangkan oleh Pj Bupati dan Rektor IPB. Saya sendiri sudah tiga kali rapat dengan pihak rektorat terkait hal ini,” ujar Beben Suhendar.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Bogor telah turun langsung ke lokasi untuk mencari jalur masuk ke kawasan IPB Jonggol.
“Bulan lalu, kami bersama Bappedalitbang sudah ke lokasi untuk mencari jalan masuk. Saat ini, akses yang tersedia masih berupa jalan kabupaten dengan lebar hanya 4 meter,” jelasnya.
Beben juga menyoroti peran pengembang dalam mendukung pembangunan kampus IPB di Jonggol. Menurutnya, pengembang memiliki kewajiban untuk menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos Fasum) kepada pemerintah. Salah satu pengembang, PT Pista, telah menyerahkan jalan dengan lebar 16 meter dan panjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Bojong dengan Desa Singasari.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pista, Bappedalitbang, dan pihak terkait lainnya. Mereka telah menyerahkan jalan yang lebih luas sebagai akses menuju IPB Jonggol,” ungkapnya.
“Kita sudah merencanakan pembangunan gerbang timur. Saat ini, pintu masuk di sebelah barat berada di Desa Bojong. Kami sedang mengupayakan adanya gerbang di timur. Jika proses hibah tanah dapat diselesaikan tahun ini, maka pembangunan akan segera dimulai,” pungkasnya.
(reza)









