AKTUALITA.CO.ID – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor menanggapi polemik penamaan Ruko Citeureup Indah yang saat ini menggunakan nama Pangeran Sake.
Pemerintah daerah memastikan terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan siap menyesuaikan penamaan apabila terdapat penolakan dari warga sekitar.
Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan bahwa pihaknya akan menyesuaikan persoalan papan nama ruko tersebut sesuai dengan kondisi dan aspirasi masyarakat setempat.
“Nama Pangeran Sake ini, kami dari DPKPP Kabupaten Bogor akan menyesuaikan terkait permasalahan papan nama. Jika memang di sana terdapat penolakan, tentu akan kita sesuaikan,” ujar Eko, Minggu (4/1/26).
Ia menjelaskan, langkah selanjutnya akan dibahas secara internal bersama pimpinan daerah, termasuk Bupati Bogor, guna menentukan nama yang paling tepat dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Nanti akan kita diskusikan dengan Pak Bupati, kira-kira penamaan apa yang paling pas sehingga tidak menimbulkan penolakan dari warga masyarakat di sekitar lokasi,” jelasnya.
Terlebih, Eko juga menegaskan, Pemkab Bogor bersikap terbuka dan menerima masukan dari masyarakat terkait persoalan penamaan fasilitas umum maupun kawasan pertokoan.
“Yang jelas, kami dari pemerintah daerah welcome terhadap aspirasi warga masyarakat sekitar berkaitan dengan masalah papan nama. Prinsipnya, penamaan tersebut harus bisa diterima oleh masyarakat setempat,” tegasnya.
Kendati demikian, perubahan penamaan ruko tersebut saat ini masih akan dibahas melalui proses diskusi internal.
“Nanti akan kita diskusikan terlebih dahulu. Namun yang pasti, penamaannya akan disesuaikan dengan yang kira-kira bisa diterima oleh warga masyarakat sekitar,” katanya.
Lebih lanjut, kata Eko, melibatkan tokoh atau keturunan tokoh dalam pemamaan ruko bersifat dinamis dan akan ditentukan berdasarkan hasil pembahasan.
“Nanti kita lihat hasil diskusinya seperti apa. Ke depan apakah perlu melibatkan tokoh masyarakat setempat atau tidak, itu akan kita pertimbangkan,” pungkasnya.
(Pandu)









