AKTUALITA.CO.ID — Musim kemarau mulai memicu kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah warga di desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga pun menyampaikan keluhan dan berharap adanya bantuan pasokan air bersih untuk mengatasi kondisi tersebut.
Keluhan warga langsung mendapat respons dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor M. Irvan Maulana yang akrab disapa Ipeck. Ia bergerak cepat dengan mengirimkan tiga unit mobil tangki berisi air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Hari ini kita mengirimkan tiga unit mobil tangki yang berisi air bersih untuk dibagikan kepada warga Desa Pasir Mukti yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih,” ujar Ipeck kepada Aktualita.co.id, Selasa (11/08/26).
Dalam penyaluran tersebut, kata Ipeck, bantuan air bersih diberikan kepada warga di sejumlah RW di Desa Pasir Mukti. Ipeck berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Untuk hari ini tiga unit. Tidak menutup kemungkinan ke depan akan disalurkan kembali di wilayah yang lain, karena hari ini dibagikan kepada dua sampai tiga RW di Desa Pasir Mukti,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Pasir Mukti Dani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, keluhan masyarakat diterima langsung oleh Ketua Ipeck. Masyarakat memang membutuhkan pasokan air bersih di musim kemarau, karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat,” ujar Dani.
Ia berharap bantuan pasokan air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya diberikan sekali. Pasalnya, musim kemarau masih berlangsung sehingga kebutuhan air bersih warga diperkirakan masih akan terus meningkat.
Perlu diketahui, Kondisi kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor menjadi perhatian tersendiri. Selain bantuan darurat berupa distribusi air bersih, diperlukan langkah antisipasi yang lebih terencana untuk menghadapi musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait tidak hanya melakukan penanganan saat krisis terjadi, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga, terutama di wilayah yang rawan kekeringan. (Retza)








