AKTUALITA.CO.ID _ Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Sabtu (15/02/25).
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto, kembali memimpin partai untuk periode 2025-2030.
“Pak Prabowo adalah Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina yang menjadi semangat dan inspirasi kami. Selama 17 tahun beliau memimpin Partai Gerindra hingga mencapai kondisi saat ini. Kami ucapkan terima kasih dan mendoakan beliau diberi umur panjang,” kata Ahmad Muzani dalam sambutannya.
Ahmad Muzani juga menegaskan bahwa dalam Kongres Luar Biasa yang digelar pada Kamis (13/02/25), seluruh peserta kongres telah menetapkan H. Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.
Selain itu, kata Muzani, Prabowo juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina dan formatur tunggal dalam penyusunan serta penyempurnaan anggaran dasar dan keputusan partai.
Pada peringatan HUT ke-17 ini, Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi atas kehadiran para menteri Kabinet Merah Putih, para tokoh partai politik dalam koalisi, serta seluruh kader dan anggota Partai Gerindra dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Kami tetap mohon doa, restu, dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar perjuangan kami ke depan semakin dimudahkan. Jika ada hal-hal yang kurang dalam perayaan ini, kami mohon maaf. Semoga Tuhan Yang Maha Esa merestui perjuangan kita bersama,” ucapnya.
Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan para kader yang hadir. Ia mengungkapkan dihadapan semua terdapat kursi kosong yang disiapkan di atas panggung merupakan tradisi Partai Gerindra sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah tiada.
“Ini tradisi kita, setiap acara selalu disiapkan kursi kosong untuk mengenang para pejuang yang sudah tiada,” ungkap Prabowo.
Prabowo juga meminta maaf atas keterlambatan jalannya acara, yang menurutnya merupakan bagian dari ritual yang telah lama menjadi kebiasaan di Partai Gerindra.
“Ini ritual kita, dulu kita tidak mengundang tamu dari luar. Sekarang kita mengundang, jadi saya harus meminta maaf karena ritual kita memakan waktu lama. Saya juga meminta maaf jika kader Gerindra terkadang memiliki sikap yang khas. Mohon dimaklumi,” ujar Prabowo kepada para tamu undangan.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa selama 17 tahun perjalanan Partai Gerindra, keyakinan, niat tulus, dan cita-cita yang mulia selalu menjadi pedoman dalam perjuangan.
“Selama tiga kali kita mengalami kekalahan, saya berterima kasih kepada seluruh kader yang tetap setia. Biasanya, sekali kalah saja sudah ditinggalkan. Terima kasih telah menjaga marwah dan reputasi kita,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Prabowo mengucapkan selamat atas HUT ke-17 Partai Gerindra dan berharap partai ini semakin maju, solid, dan besar di masa mendatang. Ia juga mengapresiasi para kader yang terpilih sebagai kepala daerah, sebagai bukti bahwa Gerindra tetap dipercaya oleh rakyat.
“Selamat kepada kader Partai Gerindra yang telah terpilih menjadi kepala daerah. Semoga kita terus berjuang demi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Baru 100 Hari Kerja, Presiden Prabowo Diusung Pilpres 2029

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait wacana pencalonannya kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 oleh Partai Gerindra.
Menanggapi permintaan agar dirinya kembali maju pada Pilpres 2029, Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar soal keinginan atau ambisi pribadi, melainkan harus didasarkan pada hasil kerjanya selama menjabat sebagai presiden.
“Saudara minta saya bersedia dicalonkan lagi tahun 2029. Saya katakan, kalau program-program saya tidak berhasil, tidak perlu saudara calonkan saya terus. Kalau saya mengecewakan kepentingan rakyat, saya malu untuk maju lagi,” kata Prabowo dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra, di SICC, Bogor. Sabtu (15/02/25).
Prabowo menekankan, bahwa tanggung jawab utama seorang pemimpin adalah memastikan kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Jika program-program yang ia jalankan tidak membawa hasil nyata bagi Indonesia, maka menurutnya, tidak ada alasan untuk tetap maju dalam Pilpres berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan motivasi terbesarnya dalam berpolitik dan memimpin negara. Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar jabatan atau kekuasaan, melainkan sebuah mimpi besar yang telah ia miliki sejak kecil.
“Dari kecil saya hanya ingin melihat Indonesia Hebat, dari kecil saya hanya ingin melihat Indonesia Hebat, sumpah saya,” tegasnya.
Tawaran Koalisi Permanen

Dalam sebuah acara HUT Partai Gerindra yang Ke-17, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa seluruh tamu yang hadir merupakan bagian dari koalisi tersebut. Ia mengingatkan kepada seluruh kader Partai Gerindra bahwa saat ini mereka berada dalam Koalisi Indonesia Maju yang solid dan bersatu.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyebut akan menjadikan KIM Plus masuk kedalam rencana Parlemen permanen. “Saudara-saudara sekalian, saya ingatkan kembali kepada Partai Gerindra bahwa sekarang benar kita adalah Koalisi Indonesia Maju,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menekankan bahwa keberhasilan mereka dalam politik tidak lepas dari dukungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. “Kita di sini berhasil karena kita didukung oleh Presiden ke-7 RI, Bapak Jokowi. ” seru Prabowo dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menghormati para pemimpin yang telah berjasa bagi bangsa. Menurutnya, semua presiden dan wakil presiden yang pernah menjabat memiliki jasa dan kontribusi masing-masing.
“Hormatilah mereka yang berjasa, hormati mereka yang telah berbuat baik. Itu tradisi kita, itu adat kita. Cari kebaikan, bukan kejelekan,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, meskipun setiap pemimpin memiliki kekurangan dan kesalahan, yang terpenting adalah terus belajar dari kekurangan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa Prabowo menawarkan pembentukan koalisi permanen kepada elite politik yang tergabung dalam KIM. Menurutnya, Prabowo menekankan pentingnya persatuan dalam membangun bangsa.
“Intinya memperkuat koalisi. Pak Prabowo menawarkan koalisi permanen. Pak Prabowo meminta persatuan menjadi kunci utama pemerintahan,” ujar Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin.
Sementara itu, Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai bahwa acara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Indonesia.
“Pesan Pak Prabowo, kebersamaan dalam membangun bangsa sangat penting. Mudah-mudahan partai koalisi yang ada hari ini bisa terus bersatu dalam membangun bangsa bersama-sama,” pungkas Rudy.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 770.000 anak di berbagai wilayah Indonesia. Presiden Prabowo menargetkan pada akhir Februari nanti, pemerintah dapat membagikan satu juta porsi MBG ke seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah membangun dapur umum di daerah-daerah yang belum tersentuh.
Prabowo menegaskan, program MBG akan terus diperluas. Ia mentargetkan bahwa pada akhir Juli 2025, pemerintah mampu menyalurkan enam juta porsi MBG kepada masyarakat yang membutuhkan. “Diharapkan akhir Juli sudah sampai enam juta, minimal,” ujar Prabowo.
Menurutnya, Program MBG sendiri mulai dilaksanakan secara serentak sejak 6 Januari 2025. Keberhasilan awal dari program ini disebut tak lepas dari dukungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang sebelumnya membentuk Badan Gizi Nasional sebagai lembaga pelaksana program MBG.
Prabowo juga menuturkan bahwa sebelum dirinya dilantik sebagai Presiden ke-8 RI pada Oktober 2024, Jokowi telah membantu transisi pemerintahan, sehingga program MBG bisa langsung dijalankan pada awal tahun.
“Badan Gizi Nasional bisa begini cepat di luar dugaan orang, biasa, biasa ada yang nyinyir, ‘mana bisa kasih makan, mana bisa?’. Yang bentuk pak Jokowi, Sehingga kita sudah kerja sebelum Oktober, dan kita Januari, kita udah gelar (MBG),” ungkap Prabowo.
Prabowo mengatakan, pemerintah akan menggunakan dana hasil pemangkasan anggaran untuk program MBG. Sebanyak Rp 24 triliun akan digunakan untuk kelanjutan MBG.
“24 triliun terpaksa saya pakai untuk Makan Bergizi Gratis. Rakyat kita, anak-anak kita, tidak boleh kelaparan,” tuturnya.
A. MBG di Kabupaten Bogor

Meski program MBG telah berjalan, distribusinya di Kabupaten Bogor masih menghadapi kendala. Dari pantauan Aktualita, belum semua sekolah di wilayah tersebut mendapatkan manfaat dari program ini. Beberapa sekolah, terutama di pedesaan dan wilayah terpencil, masih belum menerima MBG.
Diketahui saat ini, Kabupaten Bogor memiliki tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan dalam penyediaan makanan bergizi. Ketiga dapur tersebut berada di Kecamatan Babakan Madang, Cibinong, dan Caringin. Namun, dengan luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari banyak kecamatan, masih ada daerah yang belum terjangkau secara optimal.
Inpres Presiden Prabowo Untuk Efisiensi Anggaran
Selain berkomitmen pada hilirisasi, pemerintahan Prabowo juga tengah melakukan penghematan anggaran dalam dua tahap, dengan total dana yang diharapkan mencapai Rp 608 triliun. Penghematan tahap pertama mencapai Rp.300 triliun, sementara tahap kedua diproyeksikan sebesar Rp 308 triliun.
Prabowo mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. “Yang lagi ramai penghematan. Penghematan putaran pertama oleh Kementerian Keuangan disisir, dihemat Rp 300 triliun. Penghematan putaran kedua Rp 308 triliun, dividen BUMN Rp 300 triliun, Rp 100 triliun dikembalikan, jadi totalnya kita punya Rp750 triliun,” jelasnya.
Dari total dana yang berhasil dihemat, sebagian akan dialokasikan untuk investasi di Danantara. ” 24 triliun saya pakai untuk MBG, Sisanya kita punya 200 miliar ini akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan,” lanjut Prabowo.
B. Dampak Efisiensi Yang Dilupakan
Efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo dan dicetuskan dalam Inpres No.1 Tahun 2025 berdampak bukan cukup signifikan, bukan hanya dalam kalangan pemerintahan, melainkan merambah kepada kalangan media dan industri swasta.
Pasalnya, dengan dilakukannya efisiensi sudah pasti pihak swasta yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan Pemerintah harus diputus kontraknya karena adanya efisiensi. Contoh kecil dampak dari efisiensi adalah berkurangnya pembangunan infrastruktur.
15 Mega Proyek Untuk Tahun 2025

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk melanjutkan program hilirisasi yang telah dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi akan menjadi prioritas dengan pelaksanaan minimal 15 mega proyek yang bernilai miliaran dolar. “Hilirisasi kita akan teruskan, kita wujudkan. Kita akan mulai tahun ini. Tahun ini minimal 15 mega proyek yang milyar-miliar dolar (nilainya). Kita mulai tanpa kita minta-minta investasi dari luar negeri,” ujar Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa hilirisasi bertujuan untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Pemerintahannya akan tetap membuka peluang investasi dari luar negeri, tetapi tanpa ketergantungan.
“Kita tidak akan minta-minta. Ada yang datang dari luar, silahkan. Anda mau masuk ke Indonesia, kami terbuka. Tapi kami tidak akan mengemis. Kita akan bangkit dengan kekuatan-kekuatan kita sendiri,” tegasnya.
Hilirisasi ini juga sejalan dengan visi dan cita-cita Presiden pertama RI, Soekarno, yang menginginkan Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dalam berbagai aspek kehidupan. “Kita akan wujudkan cita-cita Bung Karno, berdiri di atas kaki sendiri,” tambah Prabowo.
Februari 2025, Akan Lahir Investasi Nasional ‘Danantara’

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan investasi nasional yang diberi nama Danantara pada 24 Februari mendatang. Danantara merupakan singkatan dari Daya, Anagata, Nusantara, yang memiliki makna kekuatan, energi masa depan, dan Nusantara sebagai simbol persatuan dan kemajuan Indonesia.
“Danantara adalah investasi untuk masa depan Indonesia. Ini adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya.
Dalam upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana investasi ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh mantan presiden Indonesia untuk turut serta dalam pengawasan dana ini.
“Karena itu, saya meminta semua presiden sebelum saya berkenan untuk menjadi pengawas dalam pengelolaan dana ini,” tambahnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga berpikir bahwa peran organisasi keagamaan dalam pengawasan investasi ini sangat penting. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar pimpinan dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta beberapa tokoh lainnya ikut serta dalam memastikan investasi ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
(rezza apit)









