AKTUALITA.CO.ID _ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menghentikan sementara operasional truk tanah di Kawasan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, setelah terjadinya kericuhan pasca seorang bocah berusia 9 tahun terlindas oleh truk tanah tersebut.
Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono mengungkapkan, untuk menjaga ketertiban pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional truk tanah di kawasan itu. “Kami akan menertibkan jam operasional dengan menghentikan sementara waktu aktivitas kendaraan truk itu,” kata Andi, Jumat (08/11/24).
Menurutnya, Penutupan sementara aktivitas angkutan truk tanah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menjaga situasi yang kondusif.
Selain penghentian sementara, kata Andi, Pemkab Tangerang juga melakukan pengawasan ketat di lokasi kejadian dengan menambah posko pemantauan serta personel yang bertugas untuk mengawasi truk tanah yang melanggar jam operasional.
“Pemerintah juga akan memasang speed trap atau alat pembatas kecepatan dan portal pembatas di jalan raya sebagai upaya pengendalian laju kendaraan,” tuturnya.
“Dan Pemkab Tangerang segera akan melakukan evaluasi terhadap peraturan bupati (perbup) yang mengatur pemberlakuan jam operasional kendaraan tambang, kemudian kami akan koordinasi lintas sektor, karena ini melibatkan daerah-daerah lain yang berkaitan dengan asal angkutan tambang itu,” jelasnya.
Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Djati Wiyoto Abadhy menambahkan bahwa, dalam kesepakatan bersama antara warga, pemerintah daerah, dan Polri, operasional kendaraan truk tambang akan dihentikan selama tiga hari ke depan. “Situasi sempat memanas, bahkan Wakapolres kami menjadi korban lemparan anarkis dari warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya bersama Pemkab Tangerang akan melakukan operasi besar-besaran untuk menegakkan aturan mengenai jam operasional truk tambang tersebut.
“Kami sepakati keinginan warga, kalau selama tiga hari ke depan tidak ada truk yang melintas sebagai bentuk empati terhadap korban. Dan langkah ini diambil dalam upaya memberikan penghormatan terhadap situasi yang sedang berkabung dan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ungkapnya.
“Ke depannya, operasi penertiban kendaraan tambang akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
(rezza apit)









