AKTUALITA.CO.ID – Empat RT di Perumahan Cileungsi Hijau, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, sering terendam banjir setiap kali hujan deras turun. Warga menilai penyebab utama banjir tersebut adalah penutupan dan perubahan alur saluran air oleh pihak pengembang Metland Transyogi.
Ketua RW 14 Desa Cileungsi, Kahar, menjelaskan bahwa persoalan banjir ini sudah berlangsung lama, bahkan sejak lebih dari satu dekade lalu.
“Salah satunya yang menyebabkan banjir ini adalah penutupan irigasi. Saluran yang harusnya lurus dan besar malah dibelokkan, diperkecil, sehingga saat hujan deras air tidak mengalir lancar. Akhirnya meluap jadi banjir,” ujarnya.
Menurut Kahar, penutupan saluran itu sudah terjadi sejak 2012. Sejak saat itu, Perumahan Cileungsi Hijau hampir selalu mengalami banjir. Meski pada 2022 sempat mendapat perbaikan dan kondisi sedikit membaik, banjir tetap terjadi bila hujan turun lebih dari satu jam.
“Dari tahun 2012 udah ditutup saluran ini. Sejak itu Cileungsi Hijau banjir terus. Tahun 2022 sempat mendingan setelah ada bantuan, tapi kalau hujannya lebih dari satu jam, ya banjir lagi,” ungkapnya.
Kahar memaparkan, sedikitnya empat RT menjadi langganan banjir akibat kondisi tersebut. “Yang terdampak itu RT 01, 03, 04, dan 05. Tingginya bisa sampai sepinggang orang dewasa,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cileungsi Supendi membenarkan adanya perubahan pada saluran air yang diduga dilakukan oleh pihak pengembang Metland Transyogi.
“Memang ada indikasi pihak perumahan pernah menutup saluran air yang dari awal sudah ada. Untuk tahunnya kami kurang paham, tapi pembangunan perumahan itu sekitar 2008–2010,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa saluran besar yang sebelumnya ada diganti dengan ukuran yang lebih kecil. Perubahan ini membuat debit air tidak mengalir optimal dan akhirnya meluap ke kawasan permukiman.
“Saluran besar itu diganti jadi lebih kecil dari sebelumnya. Akhirnya laju air terhambat dan menyebabkan banjir di Cileungsi Hijau,” jelasnya.
Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas untuk membuka kembali saluran air dan memperbaiki sistem drainase, agar banjir yang telah berlangsung belasan tahun ini tidak terus berulang. (Rz)









