AKTUALITA.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa penandaan rumah penerima bantuan sosial (bansos) menggunakan stiker dinilai efektif untuk mencegah penyaluran yang salah sasaran.
Pasalnya, skema baru ini mulai diterapkan dua minggu terakhir dan akan diperluas secara masif pada tahun mendatang.
Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf menjelaskan, bahwa pemasangan stiker identitas pada rumah keluarga penerima manfaat (KPM) merupakan bagian dari upaya transparansi dan pengawasan berbasis masyarakat.
“Itu salah satu bentuk pencegahan. Kita kampanye, kita berikan identitas kepada penerima bansos agar tidak salah sasaran,” ujar Farid kepada Aktualita.co.id, Kamis (4/12/25).
Farid juga mengungkapkan, bahwa sejak pemasangan identitas tersebut, sudah ada lebih dari 110 KPM yang mengundurkan diri dari penerima bansos karena merasa sudah mampu dan tidak lagi berhak menerima bantuan.
“Alhamdulillah kalau ada masyarakat yang sudah sadar, sudah punya kemandirian dan kemampuan, kemudian mengundurkan diri untuk memberi kesempatan kepada yang lain. Kami sangat berterima kasih atas kesadaran itu,” katanya.
Terlebih, kata Farid, pihaknya akan mengajukan sepihak untuk keluarga yang mampu akan tetapi masih mendapatkan bantuan.
“Kita lihat di lapangan nanti. Kalau masih ada kasus seperti itu, bisa saja kita ajukan sepihak untuk tidak diberikan lagi. Tim kami akan masif evaluasi di lapangan,” jelasnya.
Ia juga memastikan, bahwa pemasangan stiker ini merupakan skema baru untuk mengantisipasi bantuan yang tidak tepat sasaran.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi seharusnya merasa malu jika masih menerima bantuan sosial.
“Skema baru ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ya, seharusnya yang mampu malu lah menerima bantuan. Kita membangun rasa malu di masyarakat,” tegas Farid.
(Pandu)









